Makalah Manajemen Perkantoran

BAB I

PENDAH

Latar Belakang

Kalau kita mendengar istilah Manajemen Perkantoran pastilah kita memikirkan sesuatu tempat dalam sebuah ruangan yang berisi meja, kursi yang dilengkapi dengan perlengkapan serba canggih masa kini. Di balik meja yang rapi dan bersih duduk seorang yang berdasi di depannya terpampang beberapa alat dukung seperti: Telepon, Laptop yang standby dengan monitor terbuka dan berisi fitur-fitur canggih yang melambangkan dunia maya dan seterusnya dan seterusnya

Manajemen perkantoran modern adalah suatu cara tata kelola dalam dunia perkantoran itu sendiri. Mengapa demikian karena kita saat ini dan seterusnya dihadapkan pada tata kelola yang semakin rumit dan memerlukan sumber daya manusia yang up to date.

Peralatan yang canggih tentu bertujuan untuk  efektifitas dan efesiensi atau hemat dalam segalanya. Dari Manajemen Perkantoran dapat kita mengetahui fungsi kantor dalam birokrasi kepemerinatahan, dalam perusahaan,  pengertian kantor, aspek-aspek manajemen perkantoran, tugas seorang manajemen perkantoran serta pengawasannya.

Dalam hal ini seorang kepala kantor haruslah orang yang mempunyai keahlian manajemen yang didukung oleh latar belakang Sumber Daya manusia yang mumpuni baik dari segi: pendidikan, kepribadian, pengalaman, integritas atau bakat seseorang sebagai manajer atau sebagai pejabat disebuah kantor yang dipimpinnya.

Rumusan Masalah

 Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebsagai berikut.

1. Apa yang dimaksud dengan pengertian kantor ?

2. Apa yang dimaksud dengan manajemen perkantoran?

3. Apa prinsip-prinsip manajemen perantoran

 Tujuan Penulisan

  1. Sebagai tugas mata kuliah manajemen perkantoran.
  2. Agar mahasiswa dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan pengertian kantor ?
  3. Agar mahasiswa dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan manajemen perkantoran?
  4. Agar mahasiswa dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan prinsip-prinsip perkantoran

Organisasi Penulisan

Dalam penulisan makalah ini, dibagi kedalam tiga bab. Bab I yaitu pendahuluan, bab II berisi pembahasan dan bab 3 penutup.

 


BAB II

PEMBAHASAN

Pengertian Kantor

Perkantoran kantor berasal dari kata bahasa Belanda “kantoor” dan sering dipadankan dengan perkataan “Office” yang berasal dari bahasa Inggris. Prajudi (1976:60) telah menjelaskan pengertian kantor yang bisa berarti:

  1. Ruang atau kamar kerja, atau ruang tulis
  2. Markas, atau ruang (kompleks) di mana seorang pengusaha beserta stafnya menjalankan stafnya menjalankan aktivitas-aktivitas pokoknya.
  3. Biro atau tempat kedudukan pimpinan dari suatu administrasi.
  4. Instansi, badan, jawatan, perusahaan.

Sedang perkataan bahasa Inggris “Office” dapat berarti:

  1. Kewajiban, tugas, fungsi (duty, task function).
  2. Jabatan (tenure of official position).
  3. Markas tau ruang di mana seorang pengusaha dan stafnya menjalankan aktivitas usaha pokoknya (quarters, or staff or collective authority of company, government department, etc.)
  4. Jasa pelayanan (service, kind help)
  5. Tugas pekerjaan, komposisi dari urusan-urusan tertentu (the work which it is some body’s duty to do, work, and duties)
  6. Tempat, gedung, yang dipakai sebagai pusat kerja tata usaha (place building, rooms, of bussiness and clerical works).

Dari berbagai pengertian perkataan “kantor” dan perkataan “office” seperti tersebut di atas, yang kemudian berkembang di Indonesia dengan perkataan kantor adalah lebih diartikan  sebagai tempat atau ruangan dan proses kegiatan penanganan data/informasi.

Dalam hubungan ini yang dimaksud dengan penanganan adalah pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan dan pendistribusian atau penyimpanan data/informasi. Dengan demikian pengertian kantor dapat dirumuskan sebagai berikut:

  1. Tempat atau ruangan penyelenggaraan kegiatan pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan dan pendistribusian atau penyampaian data/informasi.
  2. Proses penyelenggaraan kegiatan pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan dan pendistribusian/penyampaian data/informasi.

Disamping pengertian kantor dalam arti tempat atau ruangan dan kantor dalam arti proses seperti tersebut di atas, kantor juga sering diartikan ssebagai sarana pemusatan kegiatan-kegiatan yang bersifat administrative atau tepatnya kegiatan-kegiatan yang bersifat manajerial  dan fasilitatif. Contoh: Kegiatan pokok Departemen Dalam Negeri tentunya berlangsung di mana-mana di seluruh pelosok Indonesia, akan tetapi kalau seseorang menanyakan “Departemen Dalam Negeri?” Jawaban yang diberikan adalah tempat (kantor) berkumpulnya pejabat dan staf serta segenap pegawai setiap hari melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya admninistratif.

Jadi jelas dari pengertian di atas bisa dipahami bahwa pengertian kantor bisa berarti tempat, ini yang biasa disebut dalam arti statis. Kantor juga bisa dalam arti proses, ini yang biasa disebut dalam arti dinamis. Kantor juga dalam arti sarana, ini yang biasa disebut dalam arti fungsional. Akan tetapi dalam arti yang manapun, sasaran utama dalam kegiatan kantor adalah penangan data/informasi. Untuk penanganan data/informasi ini jelas diperlukan bangunan atau ruangan, orang-orang atau pegawai yang menyelenggarakan, biaya serta tata laksana kerja.

Manajemen Perkantoran

Sebagaimana kegiatan-kegiatan lainnya kegiatan perkantoran perlu direncanakan, diorganisasikan, dogerakkan semua sumber daya yang terlibat atau dilibatkan, perlu diawasi serta dikendalikan sebagik-baiknya. Dalam terminologi tidak selalu para ahli memberikan rumusan yang sama.

The Liang Gie (1995:2-4) mengutip beberapa perumusan pengertian manajemen perkantoran dari para ahli, antara lain sebagai berikut:

Arthur Grager “Office management is the function of administering the commonication and record service of an organization” (Manajemen Perkantoran adalah fungsi tata penyelenggaraan terhadap komonikasi dan pelayanan waktu dan suatu organisasi)

William Leffingwell & Edwin Robinson “Office management as e function, is the branch of the art and science of management which is concerned with the effecient performance of office work, whenever and wherever that work is to be done” (Manajemen perkantoran sebagai sesuatu fungsi adalah cabang dari seni dan ilmu manajemen yang berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan perkantoran itu harus dilakukan).

Hal Nourse “It seems to me that office management in the broather sense might embrance, not only the generally accepted service function, but also the arise og functional control administrative direction of most clerical and paperwork”. (manajemen perkantoran dalam arti lebih luas dapat mencakup tidak hanya fungsi-fungsi pelayanan perkantoran yang telah diterima pada umumnya, melainkan juga bidang-bidang mengenai kontrol fungsional dan pengarahan administratif terhadap kebanyakan pekerjaan kertas dan tulis).

George Terry “Office management can be defined as the planning can defined as the planning, controlling, and organizing of office work, and actuating those performing is so as to achieve the predetermined objective it deals with the life cycle of bussiness information, and retention, if of permanent value, of destuction if absolute. (Manajemen perkantoran dapat didefinisikan sebagai perencanaan, pengendalian, dan pengorganisasian pekerjaan perkantoran, serta menggerakkan mereka yang melaksanakannya agar mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu ini bersangkut paut dengan peredaran hidup data dan keterangan perusahaan dari sejak penciptaannya melalui pemeliharaan, penyebaran dan penyimpanannya kalau memiliki nilai tetap atau pemusnahannya kalu usang).

Setelah mengemukakan rumusan dari beberapa ahli, The Liang Gie kemudian mengemukakan rumusannya mengenai manajemen perkantoran.

Pada pokoknya manajemen perkantoran modern merupakan rangkaian aktivitas merencanakan, mengorganisasikan (mengatur dan menyusun), mengarahkan (memberikan arah dan petunjuk), mengawasi, dan mengendalikan (melakukan kontrol) sampai menyelenggarakan secara tertib sesuatu hal. Hal atau sasaran yang terkena oleh rangkaian kegiatan itu pada umumnya ialah office work (pekerjaan perkantoran)”.

Dari berbagai rumusan mengenai manajemen perkantoran, jelas yang terkandung di dalamnya meliputi rangkaian kegiatan:

  • Tata penyelenggaraan;
  • Pelaksanaan secara efesien;
  • Pengendalian, pengawasan dan pengarahan
  • Perencanaan, pengendalian, pengorganisasian, dan penggerakan.

Oleh karena itu, secara ringkas manajemen perkantoran sebagai cabang seni dan ilmu manajemen dapat dirumuskan pengertiannya sebagai rangkaian kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan serta pengendalian pekerjaan-pekerjaan perkantoran.

Namun demikian, perlu kita perlu sadari bahwa cakupan kegiatan perkantoran tidak hanya kegiatan perkantoran tersebut, antara lain misalnya mengenai pegawai kantor, biaya perkantoran, prosedur dan metode perkantoran, serta lain-lain.

Istilah-istilah Administrasi dan manajemen makin lama makin banyak digunakan secara satu arti. Walaupun istilah Administrasi telah diteranpkan lebih banyak bagi tindakan dalam urusan-urusan negara dan istilah manajemen lebih banyak pada urusan-urusan perusahaan, pada waktu akhir-akhir ini terdapat kecendrungan untuk manajemen dipergunakan dalam derajat yang luas bagi unsur-unsur negara) Konsepsi tata usaha sebagai pekerjaan perkantoran yang intinya adalah tugas pelayanan merupakan rangkaian yang terdiri dari 6 (enam) aktivitas yaitu:

  1. Menghimpun, yaitu kegiatan-kegiatan yang mencari dan mengusahakan tersedianya segala keterangan yang tadinya belum ada atau berserakan dimana-mana sehingga siap untuk dipergunakan bila diperlukan.
  2. Mencatat, yaitu kegiatan yang berhubungan dengan berbagai peralatan tulis yang diperlukan sehingga terwujud tulisan yang mudah dibaca, dikirim dan disimpan, termasuk dengan alat rekam suara atau film di era modern.
  3. Mengolah, yaitu bermacam-macam kegiatan mengerjakan keterangan-keterangan dengan maksud agar mudah untuk digunakan.
  4. Mengganda, yaitu kegiatan memperbanyak dengan pelbagai cara dan alat sebanyak jumlah yang diperlukan.
  5. Mengirim, yaitu kegiatan menyampaikan dengan berbagai cara dan alat dari satu pihak kepihak lain.
  6. Menyimpan, yaitu kegiatan menaruh dengan berbagai  cara dan alat ditempat tertentu yang aman.

 

Prinsip-Prinsip Manajemen Perkantoran

Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002) menjelaskan bahwa prinsip sama dengan asas, yaitu kebenaran yang menjadi pokok dasar berpikir, bertindak. Fayol (dalam Komarruddin, 1981) menekankan bahwa penggunaan kata “prinsip” bukan hukumhukum abadi, tetapi hanya merupakan petunjuk praktis yang dapat digunakan apabila keadaan membutuhkannya.

Kooritz (1972) mengatakan bahwa prinsip-prinsip manajemen adalah fleksibel, tidak mutlak, dan harus dapat digunakan tanpa memperhatikan perubahan dan keadaan tertentu. Keeling, et. All (1978) dalam bukunya Administrative Office Management, dengan mengacu pada William H. Leffingwell, mengatakan bahwa Lellingwell dipandang sebagai bapak manajemen kantor, adalah seorang penggagas pertama dengan menerapkan prinsip-prinsip manajemen ilmiah pada pekerjaan kantor.

Bukunya Scientific Office Management yang diterbitkan pada tahun 1917 adalah mendahului dari semua studi modern dalam manajemen kantor. Kelima prinsip dan pekerjaan yang efektif diilustrasikan dalam gambar yang dimuat pada halaman 16 yang kemudian dikembangkan Keeling dan kawan-kawan. Prinsip-prinsip ini dapat dikaitkan dengan pas pada manajemen di semua pekerjaan.

  1. Dapat dengan mudah manajer kantor harus merencanakan pekerjaan apa yang harus dikerjakan dan bagaimana, kapan dan di mana harus dikerjakan, dan oleh siapa harus dikerjakan.
  2. Dengan memahami seluruh perencanaan kantor dan organisasi serta pengembangan produk, manajer tersebut dapat mengkoordinasikan upaya-upaya semua pegawai, mesin-mesin, dan informasi untuk memformulasikan jadwal kerja yang sesuai dengan perencanaan.
  3. Lebih jauh, prosedur dan sistem operasi yang tepat, praktik penyimpanan arsip, metode untuk melaksanakan rencana juga pengukuran, standar dan tata letak untuk melaksanakan pekerjaan harus dikembangkan secara efektif.
  4. Mungkin yang paling penting, manajer kantor menseleksi, melatih, memotivasi, mengkompensasi dan meningkatkan pegawai untuk mempertahankan minat terhadap organisasi pada tingkat yang optimal. Berikut dapat Anda cermati kelima prinsip kerja perkantoran yang efektif yang diambil dari pendapat Leffingwell

Komaruddin (1981) mengemukan sembilan prinsip manajemen perkantoran sebagai berikut:

  1. Manajer kantor itu adalah seorang eksekutif yang harus membuat rencana, menyusun organisasi, dan melakukan pengawasan terhadap sebagian besar pekerjaan kantor yang harus dilaksanakan, serta memimpin para pegawai dalam melaksanakan tugas mereka. Manajemen tertinggi harus menyadari diri bahwa manajer kantor itu bukan seorang penyelia yang semata-mata hanya berurusan dengan ketatausahaan saja;
  2. Tata ruang kantor harus direncanakan dengan ilmiah untuk menghindari gerakan yang tidak perlu (mubazir), keterlambatan, dan kesukaran untuk menggapai pekerjaan atau bahan-bahan;
  3. Mesin-mesin dan perlengkapan-perlengkapan yang otomatis hendaknya dipergunakan apabila hasilnya ekonomis;
  4. Kajian gerakan dan waktu (time and motion study) penyederhanaan kerja dan pengukuran kerja hendaknya diterapkan dalam pekerjaan kantor;
  5. Sistem dan prosedur kantor harus dengan terus menerus diupayakan agar menjadi lebih efisien dan mengurangi biaya;
  6. Sistem manajemen arsip/warkat yang diperbaiki harus dikembangkan sesuai dengan pengawasan formulir. Hal ini termasuk menghidangkan metode pengarsipan yang tidak efisien, penetapan jadwal pemusnahan arsip, perbaikan sistem penelusuran arsip, dan perencanaan perbaikan formulir kantor;
  7. Hubungan kepegawaian yang lebih ilmiah harus dikembangkan melalui analisis pekerjaan, prgram Diklat, nasihat kepegawaian, dan panduan perintah;
  8. Standar kualitas dan kuantitas pekerjaan kantor harus digunakan dan dikembangkan;
  9. Kesadaran kerja, bersamaan dengan konsep dasar manajemen ilmiah dalam pekerjaan kantor hendaknya dikembangkan baik pada jiwa penyelia maupun pada sikap pegawai.

 

Tujuan Manajemen Perkantoran

Dalam proses manajemen, sasaran yang ingin diperoleh adalah tercapainya tujuansecara efisien. Apabila dlam mencapai tujuan tidak sesuai dengan perencanaan dan dalam proses kegiatannya menimbulkan pemborosan tersebut, maka hal tersebut sebaiknyadihindari. Untuk mencegah adanya pemborosan tersebut, maka sumber-sumber daya yangakan dimanfaatkan dalam proses mencapai tujuan itu hendaknya dikelola dengan menerapkanfungsi-fungsi manajemen.Tujuan proses manajemen perkantoran tersedianya informasi yang siap dipakai. Ciriinformasi yang siap dipakai adalah:

  1. Menerapkan dan mengembakan kemampuan berkomunikasi baik lisan maupun tertulisdengan relasi dengan memperhatikan norma dan lingkungan masyarakat.
  2. Menerapkan dan mengembangkan kemampuan teknologi informasi untuk melaksanakantugas secara efektif dan efisien.
  3. Menerapkan dan mengembangkan kemampuan untuk merencanakan, melaksanakan,mengorganisasi dan mengevaluasi tugas yangmenjadi tanggungjawabnya.
  4. Menerapkan dan mengembangkan kemampuan dalam mengelola surat/dokumen sesuaistandar operasi dan prosedur untuk mendukung tugas pokok lembaga
  5. Menerapkan dan mengembangkan pelayanan terhadap relasi sehingga diperoleh mnfaatmasing-masing pihak.
  6. Menerapkan dan mengembangkan kemampuan mengelola administrasi keuangansehingga segala aspek keuangan dapat dilaporkan dan dipertanggungjawabkan.

 

Fungsi Perkantoran

Fungsi kantor adalah untuk memberikan pelayanan komunikasi dan warkat yang secararinci adalah:

  1. Untuk menerima keterangan (misalnya : surat-surat, harga, kutipan dansebagainya)
  2.  Untuk mencatat keterangan (misalnya : persediaan, harga dan catatan-catatankepegawaian)
  3. Untuk menyusun keterangan (misalnya : dalam pembiayaan, pembukuan dansebagainya)
  4. Untuk member keterangan (misalnya : faktor-faktor penjualan, perkiraan- perkiraan dan sebagainya).

Dalam kehidupan organisasi yang berorientasi pada masa depan, usaha penyelenggaraan kegiatan perkantoran perlu ditangani secara profesiaonal, dalam arti bahwa penyelenggaraan kegiatan perkantoran memerlukan pimpinan dan staff yang mengerti akantugasnya, bersemangat dalam mengejar prestasi dan seorang karyawan diharapkan dapatmencurahkan perhatiannya secara bersungguh-sungguh, dan berusaha untuk dapat mengolahinformasi, sehingga dapat menjadi sesuatu yang berdaya guna. Berdasarkan hal tersebut dapatdikatakan bahwa penyelenggaraan kegiatan perkantoran adalah merupakan inti kehidupan organisasi.

Organisasi memerlukan tempat sebagai pusat pertemuan, pusat kegatan, pusatmelakukan hubungan, pusat mengambil berbagai keputusan, pusat merencanakan,mengorganisasikan pergerakan dan pengawasan pekerjaan. Tempat tersebut member arti danmembantu menjalankan fungsi organisasi. Segala macam bentuk penulisan, komunikasi, perhitungan, penggolongan dan penyimpanan arsip adalah merupakan pekerjaan kantor

BAB III

PENUTUP

Perkataan kantor adalah lebih diartikan  sebagai tempat atau ruangan dan proses kegiatan penanganan data/informasi. Dalam hubungan ini yang dimaksud dengan penanganan adalah pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan dan pendistribusian atau penyimpanan data/informasi. Dari berbagai rumusan mengenai manajemen perkantoran, jelas yang terkandung di dalambya meliputi rangkaian kegiatan: Tata penyelenggaraan; Pelaksanaan secara efesien; Pengendalian, pengawasan dan pengarahan Perencanaan, pengendalian, pengorganisasian, dan penggerakan.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Akhyar A. 2010. Modul 1 Manajemen Perkantoran. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Kendari.

http://www.pengertian-dan-prinsip2-perkantoran.com

Gie, The Liang. 2000.Administrasi Perkantoran Modern. Yogyakarta: Liberty Yogyakarta.

Mils, Geoffrey dkk. 1990. Manajemen Perkantoran Modern. London: Pitman Publishing Limited

Winardi. 1992. Manajemen Perkantoran dan Pengawasan. Alumni. Bandung

By Abdurrahman Ar_Rasya

Manajemen Perkantoran

pengertian definisi manajemen perkantoran menurut para ahli

Kantor adalah setiap tempat yang biasanya dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaan tata usaha atau pekerjaan tulis menulis.

Manajemen Perkantoran adalah pengarahan menyeluruh terhadap aktivitas-aktivitas ketatausahaan dari sebuah kantor untuk mencapai tujuan dengan cara yang sehemat-hematnya ( seefisien mungkin)

Segi-Segi Manajemen Perkantoran

  •  Segi Tujuannya: Dalam pembentukan sebuah kantor sangat penting menilai dan menentukan tujuan kantor.
  • Segi Pengorganisasian: Penyusunan tenaga kerja dan pembagian tugas-tugas tenaga kerja tersebut. Mis : karyawan ® pegawai ® staf ® manajer
  • Segi Kepegawaian: Yang berhubungan dengan perusahaan tenaga kerja, penempatan, latihan, kenaikan pangkat,dan pemberhentian tenaga kerja.
  • Segi Metode / prosedur: Suatu sistem urutan pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan bagaimana, dimana pekerjaan tersebut dilaksanakan.
  • Segi Mesin-Mesin dan Perlengkapan: Mesin-mesin dan semua benda-benda atau barang mati yang dipergunakan dalam kantor-kantor untuk membantu atau mempermudahpelaksanaan pekerjaan.
  • Segi Lingkungan: Lingkungan gedung kantor dan kondisi-kondisi fisik dalam gedung.Tugas seorang manajer kantor adalah mengawasi kantor untuk mencapai tujuannya dan memberikan pengarahan-pengarahan kepada para bawahannya.
  • Syarat Pendirian Kantor: Letak : Dekat dengan pengangkutan, fasilitas-fasilitas bank, kantor pos, pasar, rumah makan dan konsumen. Kepatutan : Ukuran luas atau besarnya gedung kantor dan lahanya kalau bisa luas. Pertimbangan-pertimbangan tentang biaya : Biaya pemeliharaan, biaya penggantian-penggantian dari gedung lama. Faktor-faktor fisik : Eskalator, lif, alat pemanas, dan penerangan

Prosedur-Prosedur Pekerjaan Perkantoran

Prosedur perkantoran adalah sistem-sistem perkantoran atau urutan-urutan dari pada langkah-langkah pelaksanaan –pelaksanaan pekerjaan kantor di dalam mana pekerjaan itu dilakukan dan berhubungan dengan apa yang dilakukan, bagaimana melakukannya dimana dan siapa yang melakukannya.

Pentinganya sistem perkantoran karena :

  1. Membuat pekerjaan kantor menjadi lebih lancar
  2. Memberikan pengawasan yang lebih baik melalui pengarahan.
  3. Membuat koordinasi yang lebih baik diantara bagian-bagian yang berbeda.
  4. Dalam melaksanakan pekerjaan dengan formulir-formulir perkantoran dan alat-alat pekerjaan tata usaha yang sangat penting

Prinsip-Prinsip Pada Sistem Perkantoran

  1. Sistem-sistem perkantoran hendaknya sederhana sehingga mempermudah pengawasan.
  2. Spesialisasi hendaknya dipergunakan sebaik-baiknya.
  3. Mencegah kekembaran pekerjaan terutama pada formulir-formulir.
  4. Sistem-sistem hendaknya flekdsibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi-kondisi yang berubah.
  5. Pembagian tugas-tugas yang tepat.
  6. Penggunaan mesin-mesin perkantoran yang sebaik-baiknya.
  7. Pekerjaan tata usaha harus diselenggarakan sampai yang seminim-minimnya.

TEORI PERKANTORAN

Pengertian Perkantoran Menurut Drs. Kamisa, kantor berarti: bangunan yang dipakai untuk bekerja yang berkenaan dengan urusan administrasi. Menurut Erns Neufert, bahwa didalam bangunan perkantoran pekerjaan utamanya adalah dalam kegiatan penanganan informasi dan kegiatan pembuatan maupun pengambilan keputusan berdasarkan informasi tersebut. Jadi perkantoran adalah bangunan yang digunakan untuk pekerjaan administrasi dan manajerial.

Pengertian menurut para ahli

  • George R. Terry Manajemen perkantoran adalah perencanaan, pengendalian dan pengorganosaslan pekerjaan perkantoran, serta penggerakan mereka yang melaksanakan agar mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan.
  • William Leffingwell & Edwin Robinson:Manajemen Perkantoran dapat didefinisikan sebagai perencanaan, pengendalian, dan pengorganisasian pekerjaan perkantoran, serta penggerakkan mereka yang melaksanakannya agar mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan lebih dahulu.
  • Millis Geoffrey: Manajemen kantor adalah seni membimbing personel kantor dalam menggunakan sarana yang sesuai dengan lingkungannya demi mencapai tujuan yang ditetapkan

Dengan demikian, pada pokoknya manajemen perkantoran merupakan rangkaian aktivitas merencanakan, mengorganisasi (mengatur dan menyusun), mengarahkan (memberikan arah dan petunjuk), mengawasi dan mengendalikan (melakukan kontrol) sampai menyelenggarakan secara tertib sesuai tujuan mengenai sesuatu hal atau kegiatan. Hal atau sasaran yang terkena oleh rangkaian kegiatan itu pada umumnya ialah pekerjaan perkantoran (office work). Yang termasuk pekerjaan perkantoran diantaranya:

  • mengetik (typing)
  • menghitung (calculating)
  • memeriksa (checking)
  • menyimpan warkat/arsip (filing)
  • menelepon (telephoning)
  • menggandakan (duplicating)
  • mengirim surat (mailing)
  • dan kegiatan lain.

Pengertian manajemen perkantoran menurut George R Terry, Manajemen Perkantoran dapat didefinisikan sebagai perencanaan, pengendalian, dan pengorganisasian pekerjaan perkantoran, serta penggerakan mereka yang melaksanakannya agar mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan lebih dahulu.

Pengertian manajemen perkantoran menurut John Neuner dan Benjamin Haynes. “For this reason office management covers a narrower fild than the term “management” generally implies,office management concerning it self to a large extent with office superfision.”
(Berdasarkan alasan ini manajemen perkantoran mencangkup bidang yang lebih sempit dari pada yang umumnya di kandung oleh istilah ”manajemen” manajemen perkantoran untuk bsebagian besar berkenaan dengan pengawasan perkantoran.)

Pengertian manajemen perkantoran menurut W.H Evans : “for our purpose, we may define office  administration as the function which involves the management and direction of all phases of the business  operation  which impinge upon data processing, communications, and organization memory”.
(administrasi perkantoran sebagai fungsi yang menyangkut manajemen dan pengarahan semua tahap operasi perusahaan yang mengenai pengolahan bahan keterangan, komunikasi, dan ingatan organisasi)

Pengertian manajemen perkantoran menurut William Leffingwell & Edwin Robinson menjelaskan bahwa manajemen perkantoran sebagai suatu fungsi adalah cabang dari seni dan ilmu manajemen yang berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan perkantoran secara efisien, bilamana dan dimana pun perkerjaan itu harus dilakukan.

Pengertian manajemen perkantoran menurut Littlefield & Peterson: The term office management will be used insuch a broad sense in this book ;it will be considered to encompass the management of office work wherever and by whomever performed”.
(Istilah manajemen perkantoran akan dipakai dalam arti luas; ini dianggap meliputi manajemen mengenai pekerjaan perkantoran di manapun dan oleh siapapun dilakukan).

Pengertian manajemen perkantoran menurut William Spriegel dan Ernest Davies menerangkan bahwa manajemen perkantoran merupakan pengarahan menyeluruh terhadap aktivitas-aktivitas tulis sebagaimana dibedakan dari aktivitas-aktivitas seperti pengangkutan, kepabrikan, pergudangan dan penjualan.

Pengertian manajemen perkantoran menurut Suparjati dkk (2000:4) mengemukakan manajemen perkantoran adalah suatu proses kerjasama di dalam kantor untuk mencapai tujuan kantor yang telah ditetapkan sebelumnya dengan melaksanakan fungsi-fungsi manajemen.

Pengertian manajemen perkantoran menurut Arthur Grager : “Office management is the function of administering, the communication and record services of an organization”.
(Manajemen Perkantoran merupakan fungsi tata-penyelenggaraan terhadap komunikasi dan pelayanan warkat dari suatu organisasi)

Pengertian manajemen perkantoran menurut Gie  (1991:4) manajemen perkantoran adalah rangkaian aktifitas merencanakan, mengorganisasi (mengatur dan menyusun), mengarahkan, mengawassi, dan mengendalikan sampai menyelenggarakan secara tertib pekerjaan kantor.

Pengertian manajemen perkantoran menurut Millis Geoffrey Manajemen kantor adalah seni membimbing personel kantor dalam menggunakan sarana yang sesuai dengan lingkungannya demi mencapai tujuan yang ditetapkan

Pengertian manajemen perkantoran menurut Hal Nourse : “it seems to me that office management in the broeder senseminght embrace, not onli the generally accepted office service functions, bat also the areas fo fungtional control and administrative direction of most clerical and paperwork.”
(Tampaknya bagi kami manajemen perkantoran dalam arti yang lebih luas dapat mencangkup tidak hanya fungsi-fungsi pelayanan perkantoran yang teleh di terima pada umumnya, malainkan juga bidang-biang mangenai control fungsional dan pengarahan administrative terhadap kebanyakan pekerjaan kertas dan tullis.

Rancangan Perkantoran

Umumnya pemakai ruang kerja perkantoran tidak perlu berpindah-pindah, karena telah dilengkapi dengan ruang untuk mesin-mesin, kantin, ruang rapat, arsip, perpustakaan dan aktivitas penunjang lainnya.

Perkantoran umumnya dapat dirancang dengan menciptakan hubungan antar ruang yang tepat sesuai dengan bagian-bagian pengorganisasian. Dapat pula mengurangi jarak capai antar ruang vertikal maupun horizontal. Begitu juga dalam upaya visual antar bagian dengan menciptakan hubungan yang akrab. Bentuk bangunan lainnya dapat pula digunakan untuk memperjelas keadaan ini, yakni dengan menata bagian-bagian komponen bebas, misalnya perabot, secara maksimal.

Kebutuhan ruang kantor dapat dihitung dengan menggunakan dua cara bersamaan, yakni:

  1. Ruang gerak orang (misalnya standar ruang perorangan x jumlah orang) + ruang tambahan untuk sarana penunjang + faktor (biasanya 15 %) untuk sirkulasi utama; ruang bebas untuk bukan orang, misalnya untuk ruang mesin, perpustakaan, dimana lebih tergantung pada banyaknya peralatan dibandingkan jumlah orang yang membutuhkan ruang kerjanya, sehingga untuk menghitungnya dapat digunakan dasar pemikiran praktis dari benda-benda tersebut;
  2. Dan atau dengan cara memperbandingkan contoh-contoh yang ada; kemudian suatu faktor ditambahkan untuk sirkulasi yang ada.

Untuk menyiapkan denah ruang yang tumpang tindih, misalnya menghubungkan satu departemen dengan departemen yang lainnya dalam suatu bangunan yang sudah ada, atau bahkan untuk menyusun komposisi pada bangunan kantor yang baru; maka perlu dipelajari hubungan kerja antar bagian dari perusahaan tersebut atau jika perlu diadakan penelitian yang lebih rinci.

Manajemen Perkantoran dan Perumusan Organisasi

Manajemen Kantor adalah Perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengawasan pekerjaan ketatausahaan untuk mencapai tujuan yang telah diperkirakan.

Manajemen Kantor adalah seluruh kegiatan penataan yang berhubungan dengan pelaksanaan tatausaha sebuah organisasi agar proses tersebut mampu menyediakan informasi yang bermakna bagi proses pembuatan keputusan.

Manajemen bukan saja dapat dianggap sebagai suatu jenis ilmu, tetapi juga aktivitas (kegiatan). Sebagai suatu ilmu dan aktivitas, manajemen mempunyai sifat yang unik. Artinya, identitas manajemen berbeda dari ilmu dan aktivitas lainnya.

a. Fungsi Manajemen :

  • Perencanaan
  • Pengorganisasian
  • Pengkoordinasian
  • Pengawasan

b. Elemen Manajemen

  • Man
  • Money
  • Material
  • Market
  • Machine
  • Method (Metode)

Manajemen kantor dapat ditinjau dari dua sudut penglihatan yang berbeda, yaitu dari sudut manajemen dan dari sudut sasaran.

Dari sudut manajemen, manajemen kantor merupakan kegiatan untuk merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengendalikan, mengoordinasikan, mengawasi, mengurus, menyempurnakan dan menertibkan ketatausahaan kantor.

Dari sudut sasaran, manajemen kantor merupakan segala kegiatan penataan yang ditujukan kepada segala hal yang berhubungan dengan pelaksanaan tatausaha dalam sistim perkantoran untuk mencapai sasaran organisasi.

c. Dua sudut penglihatan manajement kantor:

  • Dari sudut manajemen : Manajemen kantor merupakan kegiatan untuk merencanakan, mengarahkan, mengendalikan, mengoordinasikan, mengawasi, mengurus, menyempurnakan dan menertibkan tata usaha kantor.
  • Dari sudut sasaran: manajemen kantor adalah segala kegiatan penataan yang ditujukan kepada segala hal yang berhubungan dengan pelaksanaan tata usaha dalam sistem perkantoran untuk mencapai sasaran organisasi.

Untuk mengelola suatu pekerjaan agar dapat mencapai hasil yang sesuai dengan tujuan yang ditentukan, sangat memerlukan keahlian khusus, bukan saja keahlian tekhnis, melainkan juga keahlian dalam memimpin orang – orang. Artinya, memotivasi orang lain agar mau bekerja dengan giat dan kreatif.  Oleh  karena itu, seorang manajer yang berhasil ialah yang mampu menggerakan bawahannya agar berhasil. Dengan kata lain, manajer yang berhasil adalah seseorang yang senantiasa mendorong dan memberi kesempatan kepada bawahannya untuk maju, dalam arti mampu meningkatkan dan mengembangkan keahlian serta pengabdiaan bawahannya.

Aktivitas dari Manajemen Kantor

Geoffrey Whitehead mengatakan bahwa di seluruh kantor terdapat lima bidang kegiatan utama, yaitu:

  • Kegiatan komunikasi
  • Kegiatan kalkulasi
  • Pengolahan Warkat
  • Penyusunan laporan
  • Kegiatan yang mengikuti prosedur rutin

Pekerjaan manajer dalam menilai dan  mengatur pekerjaan yang diselenggarakan c yaitu dengan cara pengawasan yang diperoleh melalui:

  1. Developing performance standard (perkembangan tingkat/derajat pekerjaan)
  2. Measuring performance (pengukuran hasil pekerjaan)
  3. Evaluating results (penilain hasil pekerjaan)
  4. Taking corrective action (pengambilan tindakan perbaikan).

Keempat cara pengawasan melalui manajemen pengendalian dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Develoving performance standard
  2. Pekerjaan yang harus di selesaikan oleh manajer dalam menetapkan alat – alat  pengukuran (yard – stick). Dengan alat itu, dinilainya hasil pekerjaan orang yang harus melapor padanya. Ukuran – ukuran ini dapat diambil dari tujuan organisasi, kebijaksanaan  – kebijaksanaan dan anggaran belanja yang ditetapkan dan direncanakan.
  3. Measuring performance
  4. Menetapkan status pekerjaan yang sedang dilaksanakan dan yang telah selesai. Hal ini dapat dicapai melalui pengamatan, laporan dan catatan berbagai kegiatan.
  5. Evaluating result
  6. Menetapkan arti perbedaan – perbedaan dan kekecualian – kekecualian dengan cara membandingkan hasil pekerjaan yang sebenarnya dengan ukuran hasil pekerjaan.
  7. Taking corrective action

Meluruskan dan mengadakan perbaikan terhadap penyimpangan– penyimapangan yang terjadi.

Selanjutnya, dalam suatu kantor manajemen membuat table perincian dengan berbagai kegiatan penting dari sertiap fungsi pokok manajemen dalam perkantoran yang  merupakan pekerjaan manajer seperti berikut:

  1. Perencanaan (pleaning)
  • Menjelaskan, memantapkan dan memastikan tujuan yang dicapai
  • Meramalkan peristiwa atau keadaan pada waktu yang akan dating
  • Memperkirakan kondisi  – kondisi pekerjaan yang dilakukan
  • Memilih tugas yang sesuai untuk pencapain tujuan
  • Membuat rencana secara menyeluruh dengan menekankan kreativitas agar dipeoleh sesuatu yang baru dan lebih baik
  • Membuat kebijaksanaan, prosedur, standard dan metode – metode untuk pelaksanaan kerja
  • Memikirkan peristiwa dan kemungkinan akan terjadi
  • Mengubah rencana sesuai dengan petunjuk hasil pengawasan

2. Pengorganisasian (organizing)

  • Membagi pekerjaan kedalam tugas – tugas operasional
  • Mengelompokan tugas – tugas kedalam posisi – posisi secara operasioanal
  • Menggabungkan jabatan – jabatan  operasional kedalam unit – unit yang saling berkaitan
  • Memilih dan menetapkan orang untuk pekerjaan yang sesuai
  • Menjelaskan persyaratan dari setiap jabatan
  • Menyesuaikan wewenang dan tanggung jawab bagi setiap anggota
  • Menyediakan berbagai fasilitas untuk pegawai
  • Menyelaraskan organisasi sesuai dengan petunjuk hasil pengawasan

3. Penggerakan (Actuating)

  • Melakukan kegiatan partisivasi dengan senang hati terhadap semua keputusan, tindakan atau perbuatan
  • Mengarahkan dan menantang orang lain agar bekerja sebaik – baiknya
  • Memotivasi anggota
  • Berkomunikasi secara efektif
  • Meningkatkan anggota agar memahami potensinya secara penuh
  • Memberikan imbalan penghargaan terhadap pekerja  yang melakukan pekerjaan dengan baik
  • Mencukupi keperluan pegawai sesuai dengan kegiatan pekerjaannya

4. Pengendalian (controllig)

  • Berupaya memperbaiki pengarahan sesuai dengan petunjuk pengawasan
  • Membandingkan hasil – hasil pekerjaan dengan rencana secara keseluruhan
  • Menilai hasil pekerjaan dengan standard hasil kerja
  • Membuat media pelaksanaan secara tepat
  • Memberitahukan media pengukur pekerjaan
  • Memindahkan data  secara terperinci agar dapat terlihat perbandingan dan penyimpangan – penyimpangannya
  • Membuat saran tindakan – tindakan perbaikan jika dirasa oleh anggota
  • Memberitahu anggota – anggota yang bertanggung jawab terhadap pemberian penjelasan
  • Melaksanakan pengawasan sesuai dengan petunjuk hasil pengawasa

Proses Manajemen Kantor

  1. Perencanaan kantor
  • Meliputi segala aktivitas peramalan mengenai hal ihwal yang harus dilakanakan dana cara-cara pelaksanaannya dalam bidang tata usaha kantor. Maksud perencanaan kantor adalah mencapai efesien yang tertinggi dalam pelaksanaan tata usaha tersebut.
  • Perencanaan kantor dapat meliputi perencanaan prosedur, perbekelalan dan tata ruang kantor
  1. Pengorganisasian kantor
  • Suatu proses penyusunan kerja sama antara elemen-elemen kantor untuk mencapai tujuan tertentu.
  • Adalah suatu sistim kerja sama yang meliputi pola pembagian kerja, susunan hubungan kerja, lalu lintas wewenang dan tanggung jawab antara para petugas dan struktur hubungan tersebut.
  1. Pengoordinasian kantor
  • Merupakan suatu kegiatan untuk menjamin   kerja sama dan partisipasi sejumlah kegiatan kantor.
  1. Pengawasan kantor (Pengendalian )
  • Merupakan salah satu fungsi dari rangkaian proses manaj.kantor yang meliputi seluruh kegiatan pimpinan organisasi kantor yang meneliti, menyesuaikan dan mengoreksi kegiatan ketatausahaan agar pelaksanaan tepat seperti rencana.

Tujuan kantor

  • Penerimaan Informasi
  • Pencatatan informasi
  • Penyusunan informasi
  • Pemberian Informasi
  • Perawatan aktiva

Aspek manajemen kantor

  • Tujuan, yang dapat dirumuskan untuk menilai dan menetapkan keberhasilan mengarahkan dan mengkoordinasian elmen-elemen manajemen
  • Organisasi, meliputi kegiatan pembentukan staf dan alokasi tugas untuk staf tersebut
  • Metode adalah urutan pelaksanaan bagaimana dana di mana pelaksanaan manajemen dilangsungkan
  • Personalia, meliputi perekrutan staf, tempat, latihan, dan pengehntian karyawan
  • Lingkungan, meliputi bangunan kantor, perabot dan kondisi jasmani di dalam kantor
  • Mesin dan perlengkapan, mencakup segenap benda mati yang digunakan dalam kantor untuk membantu pelaksanaan kerja.

Harapan manajemen kepada manajemen kantor

  • Manajer kantor hendaknya menjadi seorang pengorganisasi
  • Manajer kantor hendaknya menjadi seorang pemimpin dinamis
  • Manajer kantor hendaknya mempunyai kemauaan dan kemampuan untuk melimpahkan wewenang kepada rekan-rekan dan bawahannya.
  • Manajer kantor hendaknya dapat memperoleh dan melatih pekerja-pekerja kunci dan asisten-asisten untuk mengawasi pekerjaan di bawah pengawasannya
  • Manajer kantor hendaknya menyisihkan waktu untuk mengembangkan dirinya dan mengembangkan sifat-sifat kepribadiannya yang merupakan karanter eksekutif yang berhasil
  • Manajer kantor hendaknya dapat mermalkan, membayangkan dan merencanakan pemecahan masalah kantor yang akan terjadi hari esok.

Peranan manajemen kantor

Menyiapkan informasi agar manajemen puncak dapat membuat keputusan Informasi tersebut harus :

  • Ringkas (concise)
  • Cermat (accurate)
  • Dalam bentuk yang tepat (in the correct form)
  • Tepat waktu (right time)
  • Biaya rendah (low cost)

Perumusan Organisasi

Organisasi yang merupakan usaha dari manusia itu segala kebutuhannya tidaklah mungkin ada bila tidak ada intraksi antara anggota – anggota karyawan atau masyarakat yang mewujudkan organisasi kerja itu. Bukan pula hanya merupakan hubungan perjumpaan dilapangan kerja atau dilingkungan kerja, melainkan juga dengan hubungan yang dijalin oleh rasa  saling pengertian, mengenai tujuan dan mengenai lapangan kerja atau tugas masing – masing serta norma atau tata nilai, begitu juga dengan kesadaran serta kepentingan bersama.

  1. Struktur Organisasi – Organisasi Sederhana
  • Manajer Umum
  • Petugas Pembeliaan
  • Manajer Produksi
  • Manajer Pemasaran
  1. Manajer kantor organisasi yang telah berkembang
  • Direktur Pengelola
  • Petugas Pembeliaan
  • Manajer Produksi
  • Manajer Pemasaran

Pendekatan Fungsional dalam organisasi

  • Sentralisasi: Untuk meningkatkan efisiensi, semua pekerjaan kantor harus dikoordinasi oleh seorang manajer kantor, walaupun beberapa bagian darinya dapat dikerjakan di dalam kantor-kantor  departemen yang tidak berada di bawah pengawasannya. Didalam beberapa organisasi, manajer kantor utama  diberi tanggung jawab penuh atas semua kantor, termasuk yang terkait dengan departemen operasi. Ia diminta untuk mengorganisasi, memperlengkapi, mengangkat staf dan memanajemenkan kantor-kantor ini dengan memberikan pelayanan seperti  yang mungkin diminta oleh manajer departemen atau fungsional.
  • Desentralisasi: contoh organisasi paling sederhana di bawah ini. Garis terputus-putus menunjukkan tanggung jawab untuk memberikan pelayanan.
  • Manajer Umum
  • Petugas Pembelian
  • Manajer Produksi
  • Manajer Pemasaran
  • Manajer kantor
  • Kantor pembelian
  • Kantor pabrik sio

Pembagian Kerja dan Penugasan Kerja

  • Delegasi: adalah proses dimana individu atau kelompok memindahkan  kepada individu atau kelompok lain tugas untuk menjalankan aksi  tertentu dan sekaligus mengambil keputusan tertentu.

Delegasi dapat  dinyatakan secara ringkas sebagai  suatu proses dimana seorang manajer :

  • Menyerahkan tugas kepada bawahannya.
  • Memberi mereka wewenang untuk membuat komitmen sampai batas yang dianggap perlu untuk memungkinkan  tugas dikerjakan.
  • Menciptakan kewajiban pada pihak setiap bawahan untuk melaksanakan pekerjaan secara memuaskan.

Analisis pekerjaan: adalah Proses penelitian tugas kantor

  • Langkah-langkahnya :

Menentukan pembagian pekerjaan secara umum di dalam kantor

  • Pembagian Tugas :

–          Menurut Fungsi

–          Menurut Proses

Analisis pekerjaan yang sudah lengkap merupakan dasar untuk uraian pekerjaan

By Abdurrahman Ar_Rasya

Pendidikan Untuk Perubahan

hari-pendidikan-nasional

Pendidikan adalah sebuah ‘kewajiban’ yang harus dipenuhi oleh setiap individu dalam menapaki hidup, selalu belajar bagaimana untuk tahu, melakukan, menjadi dan belajar hidup bersama, dasar dari sebuah pendidikan adalah ‘perubahan dan perbaikan hidup’, orang yang tidak mau untuk belajar berarti dia tidak mau untuk merubah dan memperbaiki kehidupannya.

Hidup ini selalu penuh dengan segala sesuatu yang ‘aneh, ‘baru’ dan itu semua adalah hasil dari sebuah proses yang dinamakan pendidikan, pendidikan mengajarkan kita semua mengenai hal baru dari sesuatu yang mustahil menjadi sesuatu yang bisa kita terima, dari sesuatu yang kita impikan menjadi suatu kenyataan itulah hebatnya sebuah proses pendidikan.

Dalam pendidikan, sya teringat dengan nasihat Syaikh Tarbiyah, Alm Ust. Rahmat Abdullah, beliau berpesan bahwa :

  1. Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu
  2. Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu
  3. Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu
  4. Teruslah bertahan, hingga kefituran itu futur menyertaimu
  5. Teruslah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu

Dari nasihat diatas tentu kita bisa mengambil maknanya bahwa dalam hidup kita harus ‘bergerak’ dan merubah, dan perubahan itu membutuhkan ilmu, dan ilmu akan kita dapatkan dari sebuah proses pendidikan. Betapa penting proses dari sebuah pendidikan, yang akhirnya nanti mampu mengajarkan kita dan mengetahui seberapa besar kemampuan kita bertahan dalam hidup.

Pendidikan membuat kita tahu dan mengetahui, membuat kita faham dan memahami, membuat kita mengerti dan dimengerti, membuat kita pintar dan lebih pintar, membuat kita maju dan berkemajuan, membuat kita bangun menuju perubahan.

Pendidikan itu penting tapi kita juga harus berhati-hati dalam menetukan pendidikan, jangan sampai setelah kita mendapatkan pendidikan kita malah ‘menghancurkan’ dari pada membangun, lihat bagaimana para pemimpin-pemimpin bangsa kita, mereka melakukan korupsi dan berbagai macam hal karena mereka salah dalam memanfaatkan dan menempatkan pendidikan kepada tempatnya, mereka bukan orang-orang yang bodoh, tapi mereka adalah orang-orang yang pintar, ya.. pintar membodohi masyarakat dan bangsa kita.

Pendidikan akan sangat berpengaruh besar bagis sebuah pembangunan, perubahan dan perbaikan hidup, jangan sampai kita melupakan dan mengesampingkan pendidikan, bukankah dalam al-qur’an jelas-jelas diterangkan bahwa ‘Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu beberapa derajat’, dan ilmu itu adalah kuci keberhasilan hidup, bagaimana mungkin kita akan mendapatkan ilmu jikalau kita tidak melakukan sebuah proses perubahan yang dinamakan ‘pendidikan’.

Kita lihat bahwa pendidikan akan menunjang segala macam kebutuhan dan kehidupan seseorang, karena dalam pendidikan kita diajarkan bagaimana kita ‘tahu’ dan ‘mengetahui’ caranya bertahan dalam hidup.

Bahkan yang paling penting mungkin kita pasti ingat bagaimana nabi kita diajarkan tentang sebuah proses ‘pendidikan’ lewat membaca, seperti wahyu yang pertama kali diturunkan oleh allah swt kepada nabi kita, ‘Bacalah…Bacalah…Bacalah..’ itu merupakan nasihat yang amat berharga yang harus kita lakukan dan renungkan bahwa allah lebih senang kepada orang-orang yang mau menuntut ilmu. Lihat juga kisah bagaimana seorang nabi sulaiman ketika diberikan pilihan tahta, kekuasaan, wanita, harta dan ilmu. Apa akhirnya yang dipilih ‘ILMU’ ia ilmu yang akhirnya dipilih, karena dengan ilmu segala hal itu akan datang dengan sendirinya, tentu denga ilmu yang kita pelajari, dan kita amalkan dengan sebaik-baiknya.

Banyak orang-orang cerdas, hebat dan berilmu tinggi tapi hanya sedikit yang mampu memanfaatkan keilmuannya untuk kepentingan masyarakat, untuk kepentingan agama dan untuk kesejahteraan bersama. Disanalah peran penting dari sebuah pendidikan, ketika kita menjadi orang yang terdidik berarti kita sudah mau untuk melakukan perubahan.

“Allah tidak akan merubah nasib seseorang sehingga orang itu merubah nasibnya sendiri”

By Abdurrahman Ar_Rasya

Semangat Hidup

semangat-bro

Kata yang mempunyai makna kekuatan, dalam segala hal tentu kita harus senantiasa ‘semangat’ agar apa yang kita lakukan sesuai dengan apa yang kita harapkan, walaupun terkadang membuat hidup semangat itu butuh kerja keras dan kekuatan yang besar karena kita harus mengalahkan diri kita sendiri dari rasa malas dan rasa yang membuat kita jauh untuk bangkit.

Dengan semangat hidup kita akan lebih berarti, karena hidup memang seharusnya harus dijalani dengan penuh dengan semangat, orang yang berhasil itu karena mereka mampu membangkitkan semangat yang ada pada diri mereka, tapi lihat orang yang gagal, mereka gagal karena mereka tidak mampu membangkitkan semangat yang ada pada diri mereka.

Hidup bukan hanya tentang bagaimana kita menjalani tapi juga bagaimana kita meraihnya dan mengejarnya, sehingga semangat memang sangat dibutuhkan dalam menggapai semuanya, apapun jika dilakukan dengan penuh semangat dan keyakinan yang tinggi, yakin bahwa hasil yang akan kita capai sesuai dengan harapan, jikapun gagal kita tengah membangun sebuah proses keberhasilan. Karena kita telah mencoba membuat keberhasilan.

Semangat harus kita bangun dalam diri kita, menjadi insane yang penuh dengan keyakinan dan rasa optimis agar hidup menjadi lebih bermanfaat. Semangat bukan hanya untuk hari ini, tapi juga untuk hari esok dan masa depan.

By Abdurrahman Ar_Rasya

Konsep Jati Diri Dalam Islam: Bahaya Salah Memahami Jati Diri

Al-Mu’minuun 115

Masih banyak yang bingung tentang konsep jadi diri. Maka ada ada istilah mencari jati diri. Apakah Anda sudah menemukan jati diri Anda? Atau masih mencarinya?

Terlepas apakah Anda sudah menemukannya atau belum, maka perlu di pertimbangkan lagi, apakah konsep jati diri kita sudah betul tidak? Jika salah, bahaya! Sebab semua tindakan kita akan berdasar pada konsep jati diri kita. Jika salah, maka tindakan dan perilaku kita akan salah. Kita bisa celaka, baik di dunia dan di akhirat.

Apa Itu Jati Diri?

Sering kali orang membuat definisi jati diri adalah jawaban dari 3 pertanyaan ini:

  1. Siapa aku?
  2. Dari mana aku?
  3. Dan aku mau kemana?

Ya, pertanyaan ini memerlukan pemikiran mendalam untuk mengetahui jawaban yang benar. Tidak sedikit orang yang masih kebingungan dan akhirnya melupakan untuk menjawab ketiga pertanyaan ini. Yang penting, jalani saja hidup ini.

Bolehkah Kita Mengabaikan Penemuan Jati Diri?

Apakah kita perlu “meributkan” tentang jati diri? Ya, kita perlu memahami siapa diri kita. Jika tidak, untuk apa kita hidup? Hidup kita akan tanpa arah, tanpa makna, tanpa arti. Sebab, bagaimana kita bisa memiliki hidup yang bermakna sementara kita tidak mengetahui siapa kita dan mau kemana.

Jadi jawabannya: kita tidak boleh mengabaikan ini, kecuali Anda ingin hidup berlalu tanpa makna.

Apakah Jati Diri Itu Membahas Bakat dan Ketertarikan Kita?

Tentu saja kita memahami bahwa kita memiliki keunikan masing-masing. Mencari kelebihan dan potensi unik kita tentu saja sangat penting dalam kehidupan kita. Namun, yang kita perlukan tidak sebatas menemukan bakat spesial kita. Kita juga tidak bisa mengatakan bahwa orang yang sukses itu sudah menemukan jati dirinya.

Dimanakah Kita Bisa Menemukan Jadi Diri Kita?

Tidak ada yang lebih mengetahui diri kita selain yang menciptakan kita, Allah Yang Maha Mengetahui. Mengapa kita harus mencari makna jati diri dari selain Allah? Mengapa hidup kita dikendalikan oleh konsep-konsep jati diri yang bukan dari Allah? Ini sangat penting, sebab dari Allahlah kita akan menemukan jawaban yang tepat, dijamin tidak akan salah sehingga hidup kita akan lebih berarti.

Tentu saja, Anda tetap boleh (bahkan harus) untuk terus menggali bakat dan potensi Anda. Yang ingin saya tekankan disini, bahwa jati diri itu bukan sebatas itu. Itu adalah keunikan Anda, bukan jati diri Anda.

Jati Diri Manusia Sesungguhnya

Siapa Aku?

Manusia adalah mahluq Allah yang terbuat dari tanah dan berikan ruh olah Allah. Kemudian manusia dilengkapi dengan potensi hati, akal, dan jasad. Hati dan akal adalah potensi yang menyebabkan manusia memiliki kedudukan lebih tinggi dibandingkan dengan makhluq lainnya.

Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. (QS As Sajdah:7-9)

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk, (QS. Al Hijr:28)

Untuk Apa Aku Ada?

Ada dua tujuan penciptaan manusia yang saling terkait yaitu dijadikan khalifah dimuka bumi dan untuk beribadah kepada Allah. Tidak ada tujuan lain! Semua aktivitas, semuanya harus dalam rangka kedua peran kita ini. Sebagai khalifah dan sebagai hamba Allah.

Untuk itu, Allah sudah membeli kita semua dengan potensi yaitu hati, akal, dan jasa yang cukup untuk memikul dua tugas ini. Selama kita memanfaatkan semua potensi yang kita miliki, kedua tugas ini akan terlaksana dengan baik.

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS. Adz Dzaariyaat:56)

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS Al Baqarah:30)

Akan Kemana Aku?

Bukan hanya menuju anak-anak bagi bayi. Bukan hanya menuju remaja bagi anak-anak. Bukan hanya menuju dewasa bagi remaja. Bukan pula hanya menjadi tua bagi Anda yang sudah dewasa. Seungguhnya, tujuan pasti setiap manusia itu adalah kampung akhirat. Dan hanya ada dua pilihan kampung akhirat, yaitu syurga (Al Jannah) dan neraka (An Naar).

Kita memilih yang mana? Tentu saja, bagi kita orang yang beriman, kita berharap mendapatkan balasan syurga dari Allah. Syaratnya adalah hidup kita sesuai dengan tujuan keberadaan kita, yaitu sebagai khalifah dan beribadah kepada Allah.

Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka jannah tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang mereka kerjakan. Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir) maka tempat mereka adalah jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya.” (QS As Sajdah:19-20)

Kesimpulan

Mudah-mudahan, setelah kita memahami siapa kita, mengapa kita ada, dan mau kemana kita nanti, pikiran kita tidak galau lagi karena bingung tentang jati diri. Kini sudah jelas, apa yang perlu kita jalani dan konsekuensinya ke depan. Dan inilah fokus kita saat ini, yaitu menjalani hidup untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi hari esok.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Hasyr:18)

#Bersambung

By Abdurrahman Ar_Rasya

ADMINISTRASI PENDIDIKAN

A.      Pendahuluan

A.1.     Latar Belakang

Administrasi Pendidikan merupakan mata kuliah yang penting bagi seluruh komponen dan pengurus kelembagaan pendidikan di Indonesia, lebih khususnya lagi bagi para pengajar sekolah yang merupakan ujung tombak kelancaran jalannya program sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan.
Masih banyak sekolah-sekolah dimana administrasi pendidikannya masih kurang diperhatikan, sebagai contoh masih ada sekolah dasar yang memiliki bangunan hampir roboh bahkan banyak yang telah hancur dimakan usia (lapuk).

A.2.     Maksud Dan Tujuan

Makalah ini adalah sebagai sarana untuk memperluas pemahaman tentang Administrasi Pendidikan. Dengan memperdalam pemahaman Administrasi Pendidikan diharapkan semua kalangan yang berkaitan dengan kelembagaan pendidikan mampu melaksanakan dan menjaga kelancaran kegiatan pendidikan di sekolah.
Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah agar Administrasi Pendidikan di setiap sekolah harus diterapkan dan dilaksanakan yaitu bagi para personel pendidikan, kurikulum pendidikan, Sarana dan Prasarana Pendidikan, siswa, dan kerja sama sekolah dengan masyarakat.
Dengan mengacu pada administrasi pendidikan yang baik maka kegiatan program pendidikan bisa berjalan dengan lancar baik di lingkungan sendiri yaitu lingkungan personel, kurikulum, sarana dan prasarana, dan  Siswa itu sendiri, maupun lingkungan luar dan sekitarnya yaitu masyarakat yang berdekatan dengan lingkungan sekolah.

B.      Administrasi Pendidikan

Komponen-komponen Administrasi Pendidikan secara garis besar dapat digolongkan menjadi :
  1. Administrasi Personel Sekolah
  2. Administrasi Kurikulum
  3. Administrasi Prasarana dan Sarana Pendidikan
  4. Administrasi Siswa
  5. kerja Sama Sekolah dan Masyarakat
Pembahasan komponen-komponen tersebut dibatasi hanya sampai point 3 yaitu Administrasi Personel Sekolah, Administrasi Kurikulum, dan Administrasi Prasarana dan Sarana Pendidikan

B.1.     Administrasi Personel Sekolah

Manusia merupakan unsur penting di dalam kelancaran kegiatan sekolah. Semua Kelancaran jalannya pelaksanaan program sekolah sangat ditentukan oleh manusia-manusia yang menjalankannya. Fasilitas berupa gedung, perlengkapan, alat kerja dan dukungan masyarakat dapat digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan apabila dijalankan oleh orang-orang yang berpartisipasi penuh.

B.1.1.        Pengertian Administrasi Personel Sekolah

Kepegawaian berarti personalia atau kekaryawanan sedangkan pegawai berarti personel atau karyawan. Pegawai pada suatu sekolah adalah semua manusia pada suatu sekolah yang bergabung dan bekerja sama dalam melaksanakan tugas-tugas untuk mencapai tujuan pendidikan yang terdiri dari Kepala sekolah, dan wakilnya, guru, Kepala Tata Usaha dan bawahannya termasuk pesuruh. Kegiatan penataan bidang kepegawaian sangat diperlukan untuk kelancaran kerja sama sehingga tidak overlap.
Administrasi personel sekolah adalah segenap proses penataan personel di sekolah. Menurut UU No. 8 tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian.
Pasal 2 :
  1. Pegawai negeri terdiri dari :
    1. Pegawai Negeri Sipil
    2. Anggota Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
  2. Pegawai Negeri Sipil terdiri dari :
    1. Pegawai negeri sipil pusat
    2. Pegawai negeri sipil daerah
    3. Pegawai negeri sipil lain yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah.
Pasal 3 :
Pegawai negeri adalah unsur aparatur negara, abdi negara dan abdi masyarakat yang dengan penuh kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila, UUD 1945, Negara dan Pemerintah menyelenggarakan tugas pemerintah dan pembangunan. Proses penerimaan, pengangkatan dan penempatan pegawai harus didasarkan pada prinsip penerimaan, pengangkatan dan pengangkatan orang yang tepat.
Maka penerimaan pegawai harus didasarkan atas kemampuan dan potensi si calon dalam rangka mengisi jabatan. Menurut UU No. 8 / 1974 pasal 15 di atur. Jumlah dan susunan pangkat pegawai negeri sipil yang diperlukan ditetapkan dalam formasi untuk jangka tertentu berdasarkan jenis, sifat dan beban kerja yang harus dilaksanakan.
Pasal 16.
  1. pengadaan pegawai negeri sipil adalah untuk mengisi formasi.
  2. setiap warga negara yang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan, mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi pegawai negeri sipil.
  3. apabila pelamar yang dimaksud dalam ayat (2) pasal ini diterima, maka ia harus melalui masa percobaan dan selama masa percobaan itu berstatus sebagai calon pegawai negeri sipil.
  4. calon pegawai negeri sipil diangkat menjadi pegawai negeri sipil setelah melalui masa percobaan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun dan selama-lamanya 2 (dua) tahun.
Penjelasan pasal 16.
Ayat (1)
Pengadaan pegawai negeri sipil adalah untuk mengisi formasi yang lowong. Lowongnya formasi dalam suatu organisasi pada umumnya disebabkan oleh dua hal yaitu adanya pegawai negeri sipil yang keluar karena berhenti atau adanya perluasan organisasi. Karena pengadaan pegawai negeri sipil adalah untuk mengisi formasi yang lowong maka penerimaan pegawai negeri sipil harus berdasarkan kebutuhan.
Penugasan :
Pedoman penugasan didasarkan atas perimbangan kejuruan, kecakapan dan kemampuan pegawai yang bersangkutan. Jam kerja berdasarkan Kepres RI No. 58 / 1964 Pegawai Negeri Sipil diwajibkan bekerja selama 37 ½ jam / minggu, sedangkan guru SMP, dan SMU 24 jam / minggu.
Pembinaan pegawai :
Pasal 12 UU No 18 / 1974.
  1. Pembinaan Pegawai Negeri Sipil diarahkan untuk menjamin penyelenggaraan tugas pemerintah dan pembangunan secara berdaya guna dan berhasil guna.
  2. pembinaan yang dimaksud dalam ayat (1) pasal ini dilaksanakan berdasarkan sistem karier dan sistem prestasi kerja.
Pasal 13
Kebijaksanaan pembinaan Pegawai Negeri Sipil secara menyeluruh berada di tangan presiden.
Pasal 14
Untuk lebih meningkatkan pembinaan, kebutuhan dan kekompakan serta dalam rangka usaha menjamin kesetiaan dan ketaatan penuh seluruh pegawai negeri sipil terhadap Pancasila, UUD 1945, negara dan pemerintah perlu dipupuk dan dikembangkan jiwa Kepres yang bulat di kalangan pegawai negeri sipil. Di samping itu ada juga sekolah swasta pemerintah daerah. Jadi kesimpulannya untuk sekolah swasta itu banyak ragamnya. Pada perguruan tinggi swasta biasanya memiliki status :
  1. Belum terdaftar.
  2. Terdaftar.
  3. Diakui.
  4. Disamakan.
Perlu diingat di sini bahwa pegawai yang ditempatkan di sekolah negeri belum tentu pegawai negeri. Untuk itu maka kita perlu memahami istilah-istilah yang digunakan di lingkungan kepegawaian sebagai berikut :
Menurut UU No. 8 tahun 1974 tentang pokok-pokok kepegawaian, Pengertian, Pasal 1 sebagai berikut :
  1. Pegawai negeri adalah mereka yang setelah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri atau disertai tugas lainnya yang ditetapkan berdasarkan sesuatu peraturan perundang-undangan dan digaji menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  2. Pejabat yang berwenang adalah pejabat yang mempunyai kewenangan mengangkat dan atau memberhentikan pegawai negeri berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  3. Jabatan negeri adalah jabatan dalam bidang eksekutif yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan termasuk di dalamnya jabatan dalam kesekretariatan lembaga tertinggi / tinggi negara dan kepaniteraan pengadilan.
  4. Atasan yang berwenang adalah pejabat yang karena kedudukan atau jabatannya membawahi seorang atau lebih pegawai negeri.
  5. Pejabat yang berwajib adalah pejabat yang karena jabatan atau tugasnya berwenang melakukan tindakan hukum berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Syarat-syarat pegawai negeri :
  1. Segi kepribadian.
  2. Kesetiaan.
  3. Kesehatan badan.
  4. Kecerdasan.
  5. Kemampuan.
  6. Ketangkasan
  7. Dan syarat-syarat lain yang khusus diperlukan bagi sesuatu jabatan negeri yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.
Yang bersangkut paut dengan masalah memperoleh dan menggunakan tenaga kerja untuk dan di sekolah dengan efisien, untuk mencapai tujuan sekolah yang telah ditentukan sebelumnya. Segenap proses penataran tersebut meliputi bagaimana memperoleh tenaga kerja yang tepat untuk tugas pekerjaannya dan pemutusan hubungan kerja dengan mereka.
  1. masalah pokok
dari bahasan di atas, dapatlah diperinci pokok masalah penataran terhadap pegawai sekolah sebagai berikut :
a.       bagaimana memperoleh tenaga kerja yang tepat untuk tugas pekerjaannya, termasuk mengatur pengangkatannya. (bila perlu).
b.      Bagaimana menggunakan tenaga kerja yang sudah diperolehnya itu dengan efisien, termasuk merangsang kegairahan kerjanya.
c.       Bagaimana memelihara pegawai, pemberian gaji, insentif, kesejahteraan.
d.      Bagaimana mengatur kenaikan gaji dan pangkatnya, dan perpindahan mereka jika perlu terjadi.
e.       Bagaimana mengembangkan mutu pegawai.
f.       Bagaimana menilai pegawai.
g.      Bagaimana menata pemutusan hubungan kerja dengan pegawai.

Sekolah menurut status pemilikannya dibagi menjadi dua bagian yaitu :
  1. sekolah negeri
  2. sekolah swasta (dengan berbagai variasi)
Untuk sekolah negeri, pegawai tetapnya adalah pegawai negeri sedangkan untuk sekolah swasta pegawai tetapnya dapat pegawai negeri yang diperbantukan dan juga pegawai yayasan yang memiliki sekolah tersebut. Untuk sekolah swasta mendapat bantuan guru-guru pegawai negeri disebut sekolah subsidi, sedangkan sekolah swasta yang tidak mendapatkan bantuan apa-apa dari pemerintah disebut sekolah swasta yayasan dan sekolah swasta yang mendapat bantuan keuangan dari pemerintah disebut sekolah swasta berbantuan.
Proses Berita
Dari sudut administrasi pendidikan (sekolah), dapat dilihat bahwa komunikasi pada hakikatnya adalah problem hubungan kerja kemanusiaan (human relationship) keberhasilan dalam hubungan-hubungan kerja kemanusiaan ini akan ditentukan oleh efisiensi dan efektivitas mereka yang berkepentingan dalam :
a.       menyampaikan berita kepada orang lain.
b.      Memahami dengan tepat isi / maksudnya dengan harapan mau menerima.

B.2.     Administrasi Kurikulum

Pada jenis dan tingkat sekolah apa pun, yang menjadi tugas utama kepala sekolah ialah menjamin adanya program pengajaran yang baik bagi murid-murid. Inilah tanggung jawab kepala sekolah yang paling penting dan banyak tantangannya. Sedangkan stafnya mendapat bagian tanggung jawab dalam membantu usaha pelaksanaan dan pengembangan program pengajaran yang efektif. Agar kepala sekolah mampu memberikan pimpinan yang efektif dalam bidang ini hendaknya ia mengetahui berbagai teori mengenai kurikulum dan menyadari kaitannya dengan kebijaksanaan dan langkah-langkah administratif yang sedang berlaku.

B.2.1.        Masalah-Masalah Dalam Kurikulum

Ada macam-macam teori dan praktek mengenai kurikulum dan pengembangannya. Kebanyakan para pendidik sepakat mengenai tujuan yang harus dicapai. Perbedaan-perbedaan tersebut adalah sebagai berikut :
  1. apakah kurikulum itu?
  2. apakah yang harus dikerjakan?
  3. apakah yang harus diutamakan dalam kurikulum?
  4. Sampai di mana kurikulum dapat berbeda-beda untuk masing-masing sekolah ?
  5. bilamana dan oleh siapa kurikulum harus direncanakan?
  6. bagaimana kurikulum harus memperhatikan perbedaan-perbedaan individual?
  7. manakah yang lebih penting proses atau isi?
Marilah kita tinjau secara singkat jawaban-jawaban terhadap setiap masalah di atas.
B.2.1.1          Apakah Kurikulum Itu ?
Menurut riwayat perkembangan kurikulum, jawaban-jawaban terhadap pertanyaan di atas secara ringkas dapat dilukiskan sebagai berikut :
  1. Tempo dulu kurikulum di anggap sebagai kumpulan bermacam-macam mata pelajaran. Ada beberapa kegiatan dan pengalaman murid-murid di sekolah tidak cocok dengan alasan kurikulum ini. Karena itu yang disebut kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler atau “extra curiculer activities” berada luar kurikulum, jadi tidak termasuk di dalamnya. Pengalaman-pengalaman di sekolah seperti bermain di halaman sekolah, jalan, istirahat dan lain-lain sebangsanya tidak termasuk kurikulum, dianggap bukan pengalaman belajar.
  2. Para pemuka pendidikan dewasa ini menonjolkan kenyataan bahwa belajar pada tiap anak merupakan proses yang berlangsung selama 24 jam tiap hari. Mereka berpendapat pengalaman-pengalaman dalam perkumpulan kesenian dan oleh raga di sekolah, pengalaman-pengalaman dalam darmawisata dan lain-lain kesemuanya merupakan situasi-situasi belajar yang kaya akan pendidikan. Karena itu kurikulum meliputi segala pengalaman yang sengaja diberikan sekolah untuk memupuk perkembangan anak-anak dengan jalan menciptakan situasi belajar-mengajar. Menurut pendapat ini kurikulum adalah program belajar untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, jadi bukan hanya belajar tentang fakta dan kepandaian semata-mata. Karena itu sekolah berkewajiban untuk mengarahkan dan membimbing segala aspek perkembangan anak yang berbeda dalam lingkungannya. Pengalaman-pengalaman inilah yang dimaksud kurikulum. Di satu pihak, kurikulum dianggap sebagai kumpulan mata-mata pelajaran, tidak lebih dari itu. Di pihak lain, kurikulum dianggap sebagai segala pengalaman yang diperoleh anak dalam tanggung jawab sekolah. Pada definisi kurikulum yang terakhir terdapat bermacam-macam tafsiran. Perkataan “dalam tanggung jawab sekolah”  dapat ditafsirkan terbatas pada jam-jam selama murid berada disekolah, atau dapat ditafsirkan lebih luas lagi atau lebih ekstrim berupa “sekolah masyarakat”  sehingga orang tidak tahu lagi di mana harus menarik garis batas. Umumnya kepala sekolah dan guru-guru berada di antara dua pendapat ekstrim di atas. Memang anggapan bahwa kurikulum sebagai kumpulan mata pelajaran yang sampai sekarang masih “menguasai sekolah”. Namun di samping itu guru-guru menyadari tanggung jawab edukatif mereka dalam apa yang disebut pengalaman-pengalaman ekstrakulikuler para siswa di sekolah. Barang kali seyogyanya pula kita menganggap kurikulum sebagai pengalaman-pengalaman perkembangan murid-murid yang direncanakan sekolah, jadi bukan hanya sekumpulan mata pelajaran belaka. Kurikulum mencakup segala pengalaman yang direncanakan untuk anak-anak yang berlangsung berada dalam tanggung jawab sekolah. Pengalaman-pengalaman anak di luar sekolah bukan bagian dari kurikulum sekolah, walalupun pengalaman-pengalaman tersebut ada pengaruhnya terhadap perkembangan anak.
B.2.1.2          Apakah Yang Harus Dikerjakan?
Terdapat perbedaan pendapat yang berpusat sekitar isi kurikulum. Banyak pemuka pendidikan mengemukakan pendapat bahwa :
a.       Kurikulum harus terdiri dari berbagai mata pelajaran yang urutannya harus disusun secara logis dan terperinci.
b.      Kurikulum harus mencakup seperangkat masalah-masalah luas tertentu yang bertalian dengan kebudayaan atau yang berkaitan dengan masalah–masalah kehidupan umum yang selalu muncul.
c.       Program pengajaran harus disusun sekitar masalah-masalah kehidupan anak sehari-hari yang berbeda-beda tiap kelompok umur.
d.      Merupakan modifikasi atau variasi dari pendapat-pendapat di atas.
Aspek masalah lainnya adalah mengenai urutan pengalaman belajar yang harus diberikan. Masih bayak para pendidik yang berpendapat bahwa urutan pelajaran harus ditentukan menurut jalan pikiran yang terkandung dalam mata pelajaran yaitu :
a.       Mulai dari satuan-satuan pelajaran yang paling mudah dan berangsur-angsur menuju kepada isi yang sukar dan rumit.
b.      Bahwa urutan ditentukan oleh cara-cara yang paling baik dalam mengajarkan tiap mata pelajaran yang dapat ditemukan dengan jalan melakukan studi ilmiah.
c.       Urutan atau susunan mata pelajaran bukan harus ditentukan dalam mata pelajaran melainkan para pelajar atau murid itu sendiri dan urutan atau susunannya harus ditentukan menurut kebutuhan anak-anak dan para remaja yang menjadi matang dalam kebudayaan.
Aspek masalah lainnya ialah mengenai persoalan sampai dimana kurikulum harus mencakup pengalaman-pengalaman langsung dan mengutamakan :
a.       Hampir seluruhnya kepada buku dan keterangan-keterangan yang diberikan saja.
b.      Kurikulum harus disusun sekitar bahan-bahan dari buku dan dilengkapi dengan pengalaman-pengalaman yang diperoleh dari darmawisata dan kegiatan-kegiatan sekolah lainnya.
c.       Kurikulum pertama-tama harus mencakup masalah-masalah yang berasal dari pengalaman anak-anak dengan jalan menggunakan sebagian besar buku-buku untuk membantu memecahkan masalah-malasah tersebut.
B.2.1.3          Apakah Yang Harus Diutamakan Dalam Kurikulum?
Dalam garis besarnya ada tiga anggapan yang berbeda-beda, yaitu :
a.       Anggapan pertama yang berpendirian karena sekolah didirikan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya, maka program pengajarannya harus mementingkan keadaan, latar belakang dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat.
b.      Anggapan kedua mempertahankan pendirian karena usaha pendidikan adalah mendidik individu, maka kurikulum harus disusun berdasarkan keadaan, sifat dan kebutuhan-kebutuhan individu. Seperti kita lihat di atas, sedangkan pertama berorientasi kepada kepentingan masyarakat atau sosial. Sedangkan pendirian yang kedua mementingkan individu atau berorientasi psikologis. Barangkali tidak ada orang yang mau mempertahankan salah satu pendapat dalam bentuk ekstrim. Dalam kenyataan setiap program pengajaran yang berpedoman kepada kepentingan masyarakat, sampai batas-batas tertentu memperlihatkan kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan individu pula, dan sebaliknya setiap kurikulum yang berorientasi psikologis dengan sendirinya memperhatikan kepentingan masyarakat pula. Masalah berkisar pada tekanan relatif yang harus diberikan kepada kepentingan-kepentingan dan kebutuhan-kebutuhan individu dan yang harus diberikan kepada kepentingan-kepentingan masyarakat dalam menciptakan kurikulum yang dapat memenuhi kedua macam dan kepentingan.
c.       Pendirian ketiga menganggap tidak ada pertentangan prinsipil antara kedua anggapan di atas. Kita tidak perlu berpihak kepada salah satu pendirian, sebab itu benar-benar tidak realistis. Individu hanya dapat mewujudkan dirinya sebagai individu jika ia berada dalam masyarakat tempat ia hidup. Karena itu kurikulum harus berorientasi kepada individu di dalam masyarakat. Dalam kurikulum yang berorientasi seperti kebutuhan dan kepentingan kedua belah pihak akan terpenuhi sebagaimana mestinya. Pendapat terakhir ini memang yang paling cocok atau sejalan dengan filsafat pendidikan psikologi perkembangan dan psikologi belajar.
d.      Aspek lain dalam masalah di atas adalah persoalan : Apakah kurikulum harus ditentukan oleh kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan orang dewasa (persiapan untuk menghadapi masa dewasa) atau harus ditentukan oleh kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan murid-murid sekarang ini? Pihak yang mempertahankan kurikulum harus tersusun semata-mata dari mata pelajaran uang didasarkan kepada kebutuhan dan kepentingan masyarakat, biasanya berpendirian bahwa tugas fungsi pendidikan ialah untuk kehidupan orang dewasa. Karena itu kurikulum harus banyak mengandung pelajaran-pelajaran yang berguna untuk kehidupan anak di masa yang akan datang. Pendapat yang menentang pendirian di atas mengemukakan teori bahwa anak harus dianggap sebagai anak dengan hak-haknya, bukan dianggap sebagai orang dewasa dalam bentuk mini, karena itu kurikulum harus memperhatikan masalah-masalah yang menyangkut anak-anak saja. Pendapat ketiga mengemukakan pendiriannya bahwa pada dasarnya tidak perlu ada pertentangan antara kedua pendirian di atas, karena di dalam kurikulum cukup diperhatikan kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan kedua belah pihak, baik anak maupun orang dewasa, untuk memberikan masalah-masalah dan pengalaman-pengalaman belajar yang sekaligus menyangkut kepentingan langsung dalam kehidupan anak dan mempersiapkan mereka untuk hidup sebagai orang dewasa kelak. Dikemukakan pula bahwa teori lama : “mempersiapkan anak untuk kehidupan orang dewasa” berimplikasi masyarakat yang statis di mana kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan orang dewasa kelak dapat diramalkan pada anak-anak yang ada sekarang. Pendapat terakhir dalam memberikan pemecahan masalah-masalah anak yang dihadapi sekarang dan yang menyangkut kepentingan anak di masa depan, ialah meningkatkan penggunaan kecerdasan secara fleksibel, mempersiapkan anak untuk menyesuaikan diri kepada perubahan-perubahan pesat dari keanekaragaman dunia dewasa ini pandangan terakhir ini sedikit memberikan landasan yang sehat untuk menyusun kerangka yang fleksibel namun mantap untuk perencanaan kurikulum.
B.2.1.4          Sampai Di Mana Kurikulum Dapat Berbeda-Beda Untuk Masing-Masing Sekolah ?
Persoalan ini sangat erat pertaliannya dengan masalah sebelumnya, yaitu masalah keragaman dan keanekaragaman. Misalnya apakah dikehendaki jika semua sekolah yang setingkat dan jenis mempunyai program pengajaran yang ruang lingkup isi, dan urutannya yang seragam?
Jawabannya dapat bermacam-macam. Banyak yang berpendirian terutama penganut kurikulum yang terdiri dari mata pelajaran, bahwa ruang lingkup, isi dan urutan mata pelajaran dalam kurikulum harus ditentukan oleh kebutuhan-kebutuhan kurikuler orang dewasa. Ada pula yang berpendapat bahwa setiap masyarakat mempunyai ciri tersendiri yang unik dalam berbagai aspek kebudayaan, dan anak-anak memperlihatkan keanekaragaman perbedaan individual, agar program pengajaran tiap sekolah memperlihatkan ciri-cirinya tersendiri yang unik dan jelas itu.
Kedua jawaban di atas tentu saja hanya berbeda dalam memberikan penonjolan, dan bukan dalam bentuk jawaban yang benar-benar ekstrim. Pendapat pertama menganggap bahwa adanya beberapa perubahan program pengajaran karena adanya perubahan-perubahan dalam masyarakat dan dalam populasi murid. Sedangkan pendapat kedua tidak terlalu tegas mempertahankan keunikan secara mutlak. Karena itu, pendirian yang cukup mantap tetapi luwes ialah adanya pola kurikulum yang longgar atau leluasa sejalan dengan kebutuhan-kebutuhan psikologis yang universal, di mana masing-masing sekolah dalam program pengajarannya disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan unik dari murid-murid dan masyarakat tempat mereka hidup.
B.2.1.5          Bilamana Dan Oleh Siapa Kurikulum Harus Direncanakan?
Masalah kelima berkisar sekitar masalah tanggung jawab untuk menentukan harus bagaimana bentuk kurikulum itu, siapa yang merencanakannya, dan bilamana. Ada yang mengemukakan pendapat bahwa perencanaan kurikulum adalah pekerjaan yang memerlukan keahliann dan karena itu harus dikerjakan oleh para ahli atau “expert” dalam bidang perencanaan kurikulum. Menurut pendapat ini kurikulum harus terperinci mengenai situasi belajar dan semua murid do semua sekolah tingkat tertentu mempunyai kurikulum yang kira-kira seragam.
Mengenai perencanaan di muka atau “pre-planning” terdapat perbedaan pendapat dalam hal sejauh mana perencanaan di muka dapat dilakukan. Bahwa tidak ada aspek-aspek kurikulum yang harus direncanakan jauh sebelum situasi belajar berlangsung. Untuk penjelasan yang singkat, pendapat-pendapat berbeda itu dapat dilukiskan dengan skala seperti tercantum di bawah ini.
Skala “Pre-Planning
1
2
3
4
5
Kurikulum seluruhnya direncanakan di muka secara terperinci oleh “Expert” dalam bentuk kumpulan mata pelajaran.
Kurikulum direncanakan secara terperinci di muka oleh panitia yang terdiri dari guru-guru dalam bentuk kumpulan mata pelajaran.
Kurikulum di rencanakan dalam garis besarnya yang luas oleh panitia yang terdiri dari guru-guru dalam bentuk pedoman kerja. Perincian dilakukan oleh guru berdasarkan kebutuhan-kebutuhan murid.
Kurikulum direncanakan dalam garis besarnya, berisi partisipasi dari guru-guru dan tokoh-tokoh masyarakat. Perincian dilakukan oleh perencana bersama guru murid.
Kurikulum direncanakan oleh guru bersama murid pada waktu akan belajar, tanpa perencanaan jauh di muka.
Dewasa ini terdapat kecenderungan yang bergerak dari kurikulum yang direncanakan jauh di muka dan secara terperinci, ke arah sebelah kanan skala, sekalipun pada umumnya kurikulum yang sedang berlaku sekarang masih termasuk kategori 1 dan 2. Yang menjadi masalah pokok ialah menentukan kedudukan sebaik-baiknya dan paling menguntungkan anak anatara pendirian 1 dan 5. Kemungkinan bentuk situasi kedudukan yang paling dikehendaki ialah nomor 1, 2, dan 5. rencana kurikulum yang hampir mendekati kedudukan nomor 4 memberikan stabilitas atau kemantapan dan adaptabilitas yang leluasa.
B.2.1.6          Bagaimana Kurikulum Harus Memperhatikan Perbedaan-Perbedaan Individual?
Persoalan ini berkisar sekitar masalah penyesuaian program pengajaran terhadap perbedaan-perbedaan di antara anak-anak. Jawaban terhadap persoalan ini bermacam-macam. Kurikulum yang berorientasi kumpulan mata pelajaran berasal dari zaman sebelum ada pengetahuan tentang perbedaan-perbedaan individu dan kemampuan pada murid. Pada waktu itu orang menganggap semua murid (kecuali anak-anak yang lemah jiwa) dapat menguasai mata pelajaran yang diberikan di sekolah dengan kepandaian yang sama asal mereka rajin belajar. Taraf hasil belajar yang dicapai dalam mata-mata pelajaran hanya ditentukan oleh besarnya usaha atau kerajinan yang ditunjukkan pelajar. Slogan yang berbunyi “Barang siapa yang mempunyai kemauan di sanalah ada jalan” (Where there is a will there is a way) turut mendasari teori di atas.
Dewasa ini pada umumnya diakui bahwa makhluk manusia sangat beraneka ragam dalam kemampuannya untuk maju, keadaan itu telah menggerakan para pendidik kepada perbedaan-perbedaan individual ini. Di sini timbul perbedaan –perbedaan pendapat mengenai persoalan bagaimana hal ini harus dilaksanakan.
Pertama, ialah konsep kurikulum yang telah ditetapkan jauh di muka harus dikuasai oleh semua murid menurut kecepatan yang telah diatur sebelumnya. Yang menjadi masalah ialah menyesuaikan individu-individu yang mempunyai kecepatan belajar yang berbeda-beda kepada “realistis” ini. Sementara para pendidik secara teoritis menolak pandangan ini, dalam praktek keadaan ini masih banyak yang menjalankan.
Pendapat kedua mengemukakan teori bahwa murid-murid harus dikelompokkan menurut kemampuannya atas dasar anggapan bahwa pengelompokan ini akan memperkecil perbedaan kemampuan dalam tiap kelompok sampai kepada taraf penyederhanaan atau mempermudah pelaksanaan individualisasi program pelajaran, yang anatara lain :
–          kelompok murid-murid yang lambat belajar atau “Slow learns” hanya diberi pelajaran tentang hal-hal penting yang sekurang-kurangnya harus dikuasai oleh semua atau “minimum essentials” atau disebut program umum.
–          Kelompok pelajar yang cerdas dan cepat belajar atau “Fast learns” selain dengan cepat menguasai minimum essentials diberi juga program yang lebih luas yang berfungsi memperkaya program umum atau “enriched program learning”. Hal ini dapat dilaksanakan dengan program-program dalam bentuk modul semi mengajar diri sendiri atau modula mengajar diri sendiri.
Pendapat ketiga ialah menciptakan jenis kurikulum berdasarkan pengalaman yang dipusatkan kepada masalah-masalah dan memberikan kesempatan kepada kelompok-kelompok tersebut dalam pendapat kedua untuk bekerja sama memecahkan masalah bersama yang menarik perhatian bersama. Hal ini menunjukkan tiap anggota kelompok untuk mampu bekerja menurut taraf perkembangan masing-masing dalam bidang akademis, sosial dan emosi dan masih menunjang usaha bersama kelompok. Jika pendapat pertama dan kedua sudah umum dipraktekan di sekolah-sekolah maka teori ketiga secara berangsur-angsur mulai diterima dan dikembangkan di sekolah-sekolah percobaan. Tampaknya teori ketiga ini lebih sejalan dengan pelaksanaan prinsip demokrasi dalam pengajaran, sebagai terjemahan salah satu sila dari Pancasila yang mendasari sistem pendidikan di negara kita, dengan keyakinan bahwa individualisasi dalam pengajaran harus memperhatikan, baik mutu maupun kecepatan belajar.
B.2.1.7          Manakah Yang Lebih Penting Proses Atau Isi?
Jawaban pertama terhadap persoalan ini merupakan implikasi dari teori Dewey yang berpendapat bahwa anak dan juga orang dewasa “belajar dengan berbuat” atau “learning by doing”. Para pendidik yang mengutamakan kegiatan dan pengalaman di dalam kurikulum berarti memperhatikan pentingnya apa yang dipelajari sepanjang macam-macam pengalaman dihayati anak memupuk perkembangan sosial, estetika, pikiran dan moral yang dianggap penting oleh mereka. Rupanya teori ini senada dengan pendapat psikologi daya masa lampau yang berpendapat bahwa daya-daya seperti kemauan, kecerdasan, ketahanan dan kerajinan dapat dikembangkan dengan jalan mempelajari mata-mata pelajaran tertentu selama mata-mata pelajaran tersebut cukup sukar dan tidak menyenangkan.
Isi yang dipelajari memang penting. Pendekatan terakhir terhadap isi yang dipelajari berbeda dengan pendekatan lama, yaitu dalam penekanannya. Pandangan terakhir mengemukakan pendirian bahwa isi yang dipelajari harus dikaitkan dengan kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan nyata anak-anak menurut taraf kematangannya. Dalam situasi dewasa ini mata-mata pelajaran tertentu kadang-kadang dinomorduakan atau dianggap kurang penting dalam melaksanakan perencanaan bersama, prosedur demokratis, kegiatan-kegiatan penelitian sendiri, dan sebangsanya, dengan mengemukakan pendirian bahwa metode-metode itu pun merupakan isi pula dan hal-hal penting yang dipalajari bukan fakta-fakta melainkan pola-pola berbuat seperti hubungan insani yang demokratis partisipasi yang konsrtuktif, metode-metode penelitian bebas dan berfikir kritis.
Memang kita akui bahwa sarana belajar itu penting dan bahwa proses adalah isi dalam arti yang sebenarnya dan merupakan aspek terpenting dalam situasi belajar. Namun kita harus berpendirian hati-hati jangan sampai terjerumus ke salah satu pendapat yang ekstrim. Pendekatan yang sehat terhadap belajar berpendirian bahwa belajar merupakan interaksi antara pelajar dengan situasi yang mencakup masalah atau problema, bahwa yang dipergunakan untuk memecahkan masalah, dan pada anak ialah adanya orang dewasa (guru) untuk membantu dan membimbing. Dalam situasi ini pengetahuan tentang fakta-fakta ditempatkan dalam fokus baru ini. Isi pelajaran penting karena turut meningkatkan kualitas kehidupan murid-murid di masa kini dan sekaligus merupakan persiapan untuk kehidupan di masa yang akan datang.
Walaupun kelompok persoalan di atas dibahas secara singkat, namun pembahasannya mencakup faktor-faktor utama yang menentukan pola kurikulum dan tempat kedudukan kepala sekolah beserta staf dalam keadaan tersebut sampai batas-batas tertentu akan menentukan jenis kurikulum yang sedang dilaksanakan di sekolahnya dan selanjutnya dalam batas-batas tertentu pula akan menentukan pola keseluruhan organisasi dan administrasi pengajaran.

B.3.     Administrasi Prasarana Dan Sarana Pendidikan

Secara otimologis (arti kata) prasarana berarti alat tidak langsung untuk mencapai tujuan. Dalam pendidikan misalnya : lokasi/tempat, bangunan sekolah, lapangan olahraga, uang dan sebagainya. Sedangkan sarana seperti alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan. Misalnya : ruang, buku, perpustakaan, laboratorium dan sebagainya.
Sedangkan menurut keputusan Menteri P dan K No. 079/1975, sarana pendidikan terdiri dari 3 kelompok besar, yaitu :
a.       Bangunan dan perabot sekolah.
b.      Alat pelajaran yang terdiri : pembukuan dan alat-alat peraga dan laboratorium.
c.       Media pendidikan yang dapat dikelompokkan menjadi audiovisual yang mempergunakan alat penampil dan media yang tidak menggunakan alat penampil.
Siapakah yang bertanggung jawab tentang prasarana dan sarana pendidikan?
Jawab : adalah para pengelola / administrasi pendidikan. Secara micro (sempit) maka kepala sekolah yang bertanggung jawab masalah ini.

B.3.1.        Hubungan Antara Peralatan Dan Perlengkapan Pengajaran Dengan Program Pengajaran

Jenis peralatan dan perlengkapan yang disediakan di sekolah dan cara-cara pengadministrasian mempunyai pengaruh besar terhadap program mengajar-belajar. Persediaan yang kurang dan tidak memadai akan menghambat proses belajar dan mengajar. Demikian pula administrasinya yang jelek akan mengurangi kegunaan alat-alat dan perlengkapan itu keadaannya istimewa.
Titik berat dalam hal ini adalah kepada belajar yang dikaitkan dengan masalah-masalah dan kebutuhan serta kegunaan hasil belajar nanti di dalam kehidupannya. Karena penyediaan sarana pendidikan di suatu sekolah haruslah disesuaikan dengan kebutuhan anak didik serta kegunaan hasilnya di masa-masa mendatang.

B.3.2.        Tanggung Jawab Kepala Sekolah Dan Kaitannya Dengan Pengurusan Dan Prosedur

Salah satu tugas utama kepala sekolah dalam administrasian sarana pengajaran ialah bersama-sama dengan staf menyusun daftar kebutuhan mereka akan alat-alat sarana tersebut dan mempersiapkan perkiraan tahunan untuk diusahakan penyediaannya. Kemudian menyimpan dan memelihara serta mendistribusikan kepada guru-guru yang bersangkutan, dan menginventarisasi alat-alat / sarana tersebut pada akhir tahun pelajaran.
  1. Mempersiapkan perkiraan tahunan
Biasanya kepala sekolah membuat daftar alat-alat yang diperlukan di sekolahnya sesuai dengan kebutuhannya dengan daftar alat yang distandarisasi. Sedangkan untuk alat-alat yang belum distandarisasi, kepala sekolah sama-sama menyusun daftar kebutuhan sekolah  masing-masing.
  1. Menyimpan dan mendistribusikan
Ada beberapa prinsip administrasi penyimpanan peralatan dan perlengkapan pengajaran sekolah.
a.       Semua alat-alat dan perlengkapan harus disimpan di tempat-tempat yang bebas dari faktor-faktor perusak seperti : panas, lembab, lapuk dan serangga.
b.      Harus mudah dikerjakan baik untuk menyimpan maupun yang keluar alat.
c.       Mudah didapat bila sewaktu-waktu diperlukan.
d.      Semua penyimpanan harus diadministrasikan menurut ketentuan bahwa persediaan lama harus lebih dulu.
e.       Harus diadakan inventarisasi secara berkala.
f.       Tanggung jawab untuk pelaksanaan yang tepat dari tiap-tiap penyimpanan harus dirumuskan secara terperinci dan dipahami dengan jelas oleh semua pihak yang berkepentingan.
Pendistribusian peralatan dan perlengkapan pengajaran ini harus berada dalam tanggung jawab salah seorang anggota staf yang ditunjuk. Karena pelaksanaan tanggung jawab ini hanya bersifat ketatausahaan maka kurang tepat jika kepala sekolah atau guru sendiri yang langsung melaksanakannya. Yang paling tepat adalah pegawai tata usaha.
Kebijakan pendistribusian ini hendaklah ditekankan kepada prinsip efisien dan fleksibilitas, maksudnya bila diperlukan sewaktu-waktu segera dapat disediakan.

B.3.3.        Beberapa Pedoman Administrasi Perawatan

Walaupun pelaksanaan administrasi peralatan dan perlengkapan sudah merupakan pekerjaan rutin dan orang-orang dihadapkan kesukaran-kesukaran yang kurang berarti, namun untuk penyempurnaan pekerjaan tersebut para ahli menyarankan beberapa pedoman pelaksanaan administrasinya.
Di antaranya adalah sebagai berikut :
a.   Hendaknya kepala sekolah tidak terlalu menyibukkan dirinya secara langsung dengan urusan pelaksanaan administrasi peralatan dan perlengkapan pengajaran.
b.   Melakukan sistem pencatatan yang tepat sehingga mudah dikerjakan.
c.   Administrasi peralatan dan perlengkapan pengajaran harus senantiasa ditinjau dari segi pelayanan untuk turut memperlancar pelaksanaan program pengajaran.
d.  Kondisi-kondisi di atas akan terpenuhi jika administrator mengikutsertakan semua guru dalam perencanaan seleksi, distribusi dan penggunaan serta pengawasan peralatan dan perlengkapan pengajaran yang semuanya mendorong mereka untuk memikirkan proses paling tepat dalam melayani kebutuhan-kebutuhan mereka.

B.3.4.        Administrasi Gedung dan Peralatan Sekolah

Mungkin banyak para kepala sekolah yang tidak mempunyai kesempatan untuk ikut serta dalam perencanaan bangunan sekolah. Sedangkan sebagian administrator yang bertanggung jawab akan sekolahnya, kepala sekolah mempunyai peranan tersendiri dalam panitia perencanaan bangunan sekolah dan perlengkapannya.
Dalam rangka menghadapi tugas ini disarankan menempuh langkah-langkah sebagai berikut :
a.       Masalah dasar-dasar pengajaran dan penentuan jenis program pengajaran dan perencanaan fasilitas bangunannya.
b.      Membentuk panitia untuk mempelajari kebutuhan-kebutuhan khusus yang bertalian dengan bangunan dan perlengkapannya yang diusulkan.
c.       Mengatur kunjungan sekolah-sekolah yang dipergunakan sebagai model atau contoh.
d.      Mempelajari gambar-gambar contoh bangunan sekolah dan perlengkapannya baik yang diproyeksikan maupun gambar biasa.
Langkah-langkah di atas bukan satu-satunya cara yang dapat ditempuh kepala sekolah dalam merencanakan bangunan sekolah baru beserta perlengkapannya. Masih ada cara-cara lain yang bisa ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai hal-hal penting yang bertalian dengan perencanaan bangunan sekolah. Misalnya melalui lokakarya, konferensi dan mengikuti penataran khusus mengenai masalah bangunan sekolah dan perlengkapannya.
Kepala sekolah yang memiliki pengetahuan yang memadai tentang hal tersebut akan sangat berguna dalam partisipasinya. Ada beberapa aspek yang bertalian dengan perencanaan dan pemeliharaan bangunan sekolah dan perlengkapannya :
a.      Perluasan bangunan yang sudah ada
Pada bangunan sekolah yang sudah ada sering kali diperlukan tambahan-tambahan bangunan dan perlengkapannya. Dalam masa kerjanya kepala sekolah tentu pernah menghadapi masalah seperti di atas, apabila tuntutan-tuntutan yang berasal dari perkembangan pendidikan semakin cepat mendesak baik yang bertalian dengan kualitas maupun kuantitas, keadaan pekerjaan akan menentukan lamanya waktu dan besarnya tenaga yang dibutuhkan untuk mempelajari kebutuhan-kebutuhan dan mengidentifikasikannya dengan tepat.
Sudah tentu guru-guru dan pada orang tua murid diikutsertakan dalam melakukan perencanaan mengenai penambahan-penambahan dan perombakan-perombakan bangunan yang sudah ada atau merencanakan bangunan baru, dan saran-saran yang mereka kemukakan ditampung dan dipertimbangkan. Segala bahan penting yang diperlukan harus dikumpulkan supaya dapat menyampaikan rekomendasi yang tepat dan masuk akal, baik kepada pemerintah maupun kepada masyarakat. Langkah-langkah yang disarankan terdahulu dapat juga ditempuh jika penambahan bangunan itu lebih besar.
b.      Rehabilitasi
Dengan melakukan survey terhadap bangunan dan perlengkapan yang sudah ada dan mencatat serta terperinci perbaikan-perbaikan yang diperlukan, kepala sekolah dengan stafnya dapat mengusulkan perbaikan-perbaikan untuk kepentingan efektivitas pelaksanaan program sekolah.
Perbaikan-perbaikan ini di antaranya mencakup mengecat dan melabur, mengganti bahan-bahan atau bagian-bagian yang sudah usang atau lapuk, menyempurnakan akustik ruangan belajar, menambah tempat ruang buang air, memperbaiki fasilitas mencuci tangan dan kaki dan pekerjaan-pekerjaan perbaikan yang bertalian dengan pelaksanaan inovasi pendidikan. Rencana rehabilitasi hendaknya dibuat sehemat mungkin.
c.       Meningkatkan mutu keindahan ruang belajar
Ada kecenderungan untuk mengecat ruang belajar dengan warna menurut kesukaan dan pilihan individu guru. Guru, walalupun tiap orang mempunyai kesukaran, dan pilihan warna masing-masing, namun ada beberapa prinsip yang telah lama diakui dan dianjurkan para ahli seni dan dekorasi umpanya reaksi-reaksi psikologis terhadap warna-warna tertentu harus diperhatikan dalam mengecat ruang belajar, seperti warna merah dan orang adalah warna yang hangat dan memberikan tenaga, sedangkan warna hijau memberikan pengaruh mendinginkan dan sejuk.
Macam-macam warna yang memantulkan cahaya harus diperhatikan dalam mengecat ruang belajar dan gang-gang. Dinding atas ruangan belajar harus dicat putih karena 80% faktor pemantulan diperlukan untuk memberikan cahaya yang memadai kepada murid. Demikian pula dinding-dinding samping ruangan harus dicat warna cerah dan pusat. Warna perabot harus cokelat muda dan tidak mengkilap.
d.      Memilih perabot dan perlengkapan
Kepala sekolah hendaknya serba bisa, karena bukan saja harus memiliki pengetahuan yang memadai mengenai bangunan sekolah, melainkan juga banyak pengetahuannya tentang perabot dan perlengkapan. Salah satu faktor penting yang dijadikan bahan perimbangan dalam memilih perabot perlengkapan ruangan kelas yang harus disediakan ialah dasar pengajaran. Administrator yang progresif akan mengutamakan fleksibilitas dalam fungsi dan letak perabot di ruang belajar.
Faktor-faktor psikologis harus diperhatikan dalam pembuatan perabot ruang belajar, jangan sampai ada perabot yang dapat menghambat proses belajar pada murid-murid. Ingatlah bahwa yang belajar adalah murid sebagai kesatuan pribadi dan bukan kecerdasannya saja yang berkembang.
e.       Tanggung jawab keberesan sekolah
Kepala sekolah dan guru hendaknya selalu menyadari bahwa murid-murid banyak belajar dari lingkungan sekolah.
Keadaan kelas yang berantakan dan tidak teratur, kotor, cahaya dan ventilasi yang kurang memadai, akan memberikan pengaruh jelek kepada murid-murid ditinjau dari segi pendidikan dan perkembangannya.
Di samping itu keadaan seperti di atas ditinjau dari segi pendidikan kesehatan akan menimbulkan pengaruh yang merugikan, kesehatan jasmani dan rohani. Di samping itu proses belajar dan mengajar akan terhambat, yang berarti menghambat pula kelancaran pelaksanaan program pengajaran di sekolah. Karena itu hendaknya kepala sekolah menyadari tanggung jawab untuk senantiasa mengawasi ruangan belajar dan bagian-bagian sekolah lainnya agar selalu beres, bersih dan teratur.
f.        Memperhatikan kondisi sanitasi
Ditinjau dari kebutuhan akan kesehatan pada murid-murid dan seluruh anggota staf di sekolah, masalah sanitasi harus mendapat perhatian pertama. Salah satu kegiatan utama program kesehatan sekolah ialah menciptakan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat.
Ruang belajar, ruang olahraga, laboratorium, ruang kesenian, ruang keterampilan dan sebagainya. Kesemuanya harus diatur sedemikian rupa sehingga kondisinya memberikan pengaruh yang optimal dalam proses belajar dan terhadap perkembangan kesehatan murid-murid, baik kesehatan fisik maupun kesehatan mentalnya. Dalam usaha kesehatan sekolah atau UKS hal ini dibicarakan secara terperinci. Memang kesehatan menjadi salah satu tujuan ini di sekolah, di antaranya menyediaka fasilitas-fasilitas untuk mempraktekan kebiasaan hidup sehat, salah satu fasilitas penting ialah penyediaan air untuk mencuci tangan dan kaki dan anggota badan lainnya. Hendaknya disediakan sabun dan lap atau handuk kecil.
g.      Pemeriksaan itu perlu
Tanggung jawab kepala sekolah untuk melakukan pemeriksaan dan koreksi terhadap kondisi-konsisi ruangan sekolah dan perlengkapannya termasuk halaman dan tempat-tempat bermain murid, harus dilaksanakan terus-menerus dan teratur. Dalam melaksanakan tugas tersebut, ia mengadakan pertemuan-pertemuan dengan penjaga kebersihan sekolah mengenai masalah-masalah dan kekurangan-kekurangan yang harus diatasi.
Pemeriksaan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga hal-hal yang sekecil-kecilnya pun tidak sedemikian rupa sehingga hal tersebut tidak lepas dari tanggung jawab.
Hendaknya jadwal kerja harian yang terperinci dari penjaga kebersihan sekolah disesuaikan dengan jadwal kegiatan. Kegiatan murid dalam pemeliharaan kebersihan dan keberesan sekolah. Lingkungan fisik sekolah harus senantiasa dijaga dipelihara kesehatan dan kebersihannya. Pengaruh yang berangsur-angsur namun pasti dari lingkungan sekolah terhadap kebiasaan hidup sehari-hari dan sikap menghargai pada murid-murid akan tampak dari tahun ke tahun.
Inilah satu tujuan yang harus dipakai dalam pendidikan di sekolah yaitu memperbaiki kebiasaan-kebiasaan hidup murid-murid dengan jalan mengatur dan menciptakan kondisi lingkungan yang dapat memperlancar perkembangan kebiasaan yang baik pada murid-murid.
h.      Penyimpanan alat-alat yang tepat
Dari segi pendidikan soal penyimpanan alat-alat kurang mendapat perhatian, baik dalam literatur tentang konstruksi bangunan sekolah maupun dalam rencana struktur bangunannya. Alat-alat yang langsung dipergunakan dalam pelajaran memerlukan fasilitas penyimpanan yang memadai dan praktis sehingga sewaktu-waktu diperlukan dapat segera disediakan serta keamanannya cukup terpelihara. Alangkah baiknya jika tempat penyimpanan alat-alat ini direncanakan sebelum bangunan didirikan sehingga faktor estetikanya pun mendapat perhatian juga.
i.        Mengatur dan memelihara ruang belajar
Sebagian besar waktu kehidupan murid-murid dan guru selama bersekolah, dipergunakan di ruang belajar. Dari kenyataan ini timbul tuntutan supaya kepala sekolah memberikan perhatian cukup terhadap kondisi ruang belajar. Memang guru-guru sering kali memberikan pengawasan langsung terhadap pengaturan, dan pemeliharaan ruang belajar, namun mereka memerlukan bantuan dan dukungan dari kepala sekolah dan penjaga kebersihan sekolah agar ruang belajar senantiasa siap untuk dipergunakan dan memperlancar proses belajar. Di samping hal-hal lainnya, hal yang sangat penting untuk diperhatikan ialah ruang belajar harus cukup mendapat cahaya, kebanyakan guru-guru kurang  menyadari pentingnya cahaya yang memadai bagi murid-murid jika sedang ada dalam ruang belajar.
Kepala sekolah hendaknya melakukan observasi yang teratur dan kontinu terhadap kondisi cahaya di ruang belajar ini, dan segera mengadakan perbaikan bilamana terdapat kekurangan-kekurangan. Di samping itu ruang belajar harus selalu diperbarui catnya, dianjurkan tiap-tiap tiga sampai lima tahun sekali. Seperti telah disinggung di muka bahwa warna-warna yang dipergunakan di ruang belajar adalah warna-warna yang memberikan pengaruh psikologis positif dalam proses mengajar dan belajar kepada guru-guru dan murid-murid. Gunakanlah warna-warna yang membangkitkan semangat belajar dan bekerja, namun berpengaruh menenangkan dan memupuk perasaan estetika.
j.        Pemeliharaan halaman dan tempat bermain
Kegiatan rekreasi di sekolah dewasa ini mempunyai peranan penting dalam program pengajaran. Menyediakan tempat dan fasilitas saja untuk keperluan itu, belum memadai. Tempat bermain harus dipelihara, diratakan serta disesuaikan dengan berbagai permainan dan kegiatan yang dilakukan oleh murid-murid. Tempat bermain harus selalu dijaga dan dipelihara supaya bebas dari kondisi dan hal-hal atau benda-benda yang mungkin menimbulkan bahaya kecelakaan atau memberikan pengaruh buruk terhadap perkembangan kesehatan murid-murid dan penghuni sekolah lainnya. Untuk menjaga dan memelihara agar supaya tempat bermain menarik, aman dan bebas dari hal-hal yang mungkin menimbulkan kecelakaan, kepala sekolah harus bekerja sama dengan guru-guru, murid, penjaga kebersihan sekolah dan penjaga keamanan sekolah.

C.      Kesimpulan

1.      Di dalam administrasi personel sekolah manusia merupakan unsur penting, karena kelancaran jalannya pelaksanaan program sekolah sangat ditentukan oleh manusia-manusia yang menjalankannya yaitu manusia yang mempunyai kesetiaan, kesehatan badan, kecerdasan, kemampuan, ketangkasan dan berpartisipasi penuh terhadap program sekolah.
2.      Kurikulum merupakan rencana pembelajaran yang akan diberikan kepada siswa, yang terdiri dari berbagai mata pelajaran yang urutannya harus disusun secara logis dan terperinci sesuai dengan masalah kehidupan anak sehari-hari. Kurikulum ini merupakan hasil rencana yang disusun oleh para ahli atau “Expert” dalam bidang perencanaan kurikulum.
3.      Prasarana dan sarana pendidikan merupakan jembtan yang sangat penting untuk mentransfer ilmu dari pendidik ke siswa. Peralatan dan perlengkapan pengajaran harus mendukung program pengajaran. Kepala sekolah melalui bawahannya bertanggung jawab penuh untuk mengurus administrasi prasarana dan sarana untuk memastikan kelancaran kegiatan sekolah, seperti keamanan dan perawatan sekolah.
4.      Administrasi gedung dan perlengkapan sekolah harus benar-benar diperhatikan dimulai dari pembangunan awal sampai perawatan, baik perulasan yang sudah ada, rehabilitasi, keindahan ruang belajar, pemilihan perabot dan perlengkapan, sanitasi dan pemeriksaan rutin, untuk menjaga kelancaran kegiatan program sekolah dan tidak terganggu ketika kegiatan berlangsung.
By Abdurrahman Ar_Rasya

Sains: Keajaiban Hujan

bear-hujan

Hujan merupakan salah satu perkara terpenting bagi kehidupan di muka bumi. Ia merupakan sebuah prasyarat bagi kelanjutan aktivitas di suatu tempat. Hujan–yang memiliki peranan penting bagi semua makhluk hidup, termasuk manusia–disebutkan pada beberapa ayat dalam Al-Qur’an mengenai informasi penting tentang hujan, kadar dan pengaruh-pengaruhnya.

Informasi ini, yang tidak mungkin diketahui manusia di zamannya, menunjukkan kepada kita bahwa Al-Qur’an merupaka kalam Allah. Sekarang, mari kita kaji informasi-informasi tentang hujan yang termaktub di dalam Al-Qur’an.

Kadar Hujan

Di dalam ayat kesebelas Surat Az-Zukhruf, hujan dinyatakan sebagai air yang diturunkan dalam “ukuran tertentu”. Sebagaimana ayat di bawah ini:

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ مَهْدًا وَجَعَلَ لَكُمْ فِيهَا سُبُلًا لَّعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

“Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (QS. Az-Zukhruf : 11)

“Kadar” yang disebutkan dalam ayat ini merupakan salah satu karakteristik hujan. Secara umum, jumlah hujan yang turun ke bumi selalu sama. Diperkirakan sebanyak 16 ton air di bumi menguap setiap detiknya. Jumlah ini sama dengan jumlah air yang turun ke bumi setiap detiknya. Hal ini menunjukkan bahwa hujan secara terus-menerus bersirkulasi dalam sebuah siklus seimbang menurut “ukuran” tertentu.

Pengukuran lain yang berkaitan dengan hujan adalah mengenai kecepatan turunya hujan. Ketinggian minimum awan adalah sekitar 12.000 meter. Ketika turun dari ketinggian ini, sebuah benda yang yang memiliki berat dan ukuran sebesar tetesan hujan akan terus melaju dan jatuh menimpa tanah dengan kecepatan 558km/jam. Tentunya, objek apapun yang jatuh dengan kecepatan tersebut akan mengakibatkan kerusakan. Dan apabila hujan turun dengan cara demikian, maka seluruh lahan tanaman akan hancur, pemukiman, perumahan, kendaraan akan mengalami kerusakan, dan orang-orang pun tidak dapat pergi keluar tanpa mengenakan alat perlindungan ekstra. Terlebih lagi, perhitungan ini dibuat untuk ketinggian 12.000 meter, faktanya terdapat awan yang memiliki ketinggian hanya sekitar 10.000 meter. Sebuah tetesan hujan yang jatuh pada ketinggian ini tentu saja akan jatuh pada kecepatan yang mampu merusak apa saja.

Namun tidak demikian terjadinya, dari ketinggian berapapun hujan itu turun, kecepatan rata-ratanya hanya sekitar 8-10 km/jam ketika mencapai tanah. Hal ini disebabkan karena bentuk tetesan hujan yang sangat istimewa. Keistimewaan bentuk tetesan hujan ini meningkatkan efek gesekan atmosfer dan mempertahankan kelajuan tetesan-tetesan hujan krtika mencapai “batas” kecepatan tertentu. (Saat ini, parasut dirancang dengan menggunakan teknik ini).

Tak sebatas itu saja “pengukuran” tentang hujan. Contoh lain misalnya, pada lapisan atmosferis tempat terjadinya hujan, temperatur bisa saja turun hingga 400oC di bawah nol. Meskipun demikian, tetesan-tetesan hujan tidak berubah menjadi partikel es. (Hal ini tentunya merupakan ancaman mematikan bagi semua makhluk hidup di muka bumi.) Alasan tidak membekunya tetesan-tetesan hujan tersebut adalah karena air yang terkandung dalam atmosfer merupakan air murni. Sebagaimana kita ketahui, bahwa air murni hampir tidak membeku pada temperatur yang sangat rendah sekalipun.

Pembentukan Hujan

Bagaimana hujan terbentuk tetap menjadi misteri bagi manusia dalam kurun waktu yang lama. Hanya setelah ditemukannya radar cuaca, barulah dapat dipahami tahapan-tahapan pembentukan hujan. Pembentukan hujan terjadi dalam tiga tahap. Pertama, “bahan mentah” hujan naik ke udara. Kemudian terkumpul menjadi awan. Akhirnya, tetesan-tetesan hujan pun muncul.

Tahapan-tahapan ini secara terperinci telah tertulis dalam Al-Qur’an berabad-abad tahun lalu sebelum informasi mengenai pembentukan hujan disampaikan:

اللَّهُ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهُ فِي السَّمَاءِ كَيْفَ يَشَاءُ وَيَجْعَلُهُ كِسَفًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ ۖ فَإِذَا أَصَابَ بِهِ مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ

“Allah, dialah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang di kehendakinya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal: lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambanya yang di kehendakinya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.” (QS. Ar-Rum : 48)

Sekarang, mari kita lihat pada tiga tahapan yang disebutkan dalam Al-Qur’an:

Tahap Pertama : “ Allah, dialah yang mengirimkan angin…..”

Keajaiban Hujan
Gelembung-gelembung udara yang tidak terhitung jumlahnya dibentuk oleh buih-buih di lautan yang secara terus-menerus pecah dan mengakibatkan partikel-partikel air tersembur ke udara menuju ke langit. Partikel-partikel ini –yang kaya akan garam– kemudian terbawa angin dan bergeser ke atas menuju atmosfer. Partikel-partikel ini (disebut aerosol) membentuk awan dengan mengumpulkan uap air (yang naik dari lautan sebagai tetesan-tetesan oleh sebuah proses yang dikenal dengan “JebakanAir”) di sekelilingnya.

Tahap Kedua : “…..lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang di kehendakinya, dan menjadi bergumpal-gumpal…..”

Awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekitar kristal-kristal garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena tetesan-tetesan air di sini sangat kecil (dengan diameter antara 0,01-0,02 mm), awan mengapung di udara dan menyebar di angkasa. Sehingga langit tertutup oleh awan.

Tahap Ketiga : “….lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun.”

Partikel-partikel air yang mengelilingi kristal-kristal garam dan partikel-partikel debu mengental dan membentuk tetesan-tetesan hujan. Sehingga, tetesan-tetesan tersebut, yang menjadi lebih berat dari udara, meninggalkan awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.

Setiap tahap dalam pembentukan hujan disampaikan dalam Al-Qur’an. Terlebih lagi, tahapan-tahapan tersebut dijelaskan dalam runtutan yang benar. Seperti halnya fenomena alam lain di dunia, lagi-lagi Al-Qur’an lah yang memberikan informasi yang paling tepat tentang fenomena ini, selain itu, Al-Qur’an telah memberitahukan fakta-fakta ini kepada manusia berabad-abad sebelum sains sanggup mengungkapnya.

#Sumber: HarunYahya.com

By Abdurrahman Ar_Rasya

Cara menjadi sukses sejak mahasiswa

kunci sukses dalam memulai bisnis

Cara menjadi sukses  – Kepribadian sesungguhnya dibentuk ketika seseorang telah memasuki dunia kampus, dunia mahasiswa. Di dalam kampus mahasiswa menempa dirinya untuk menemukan jati dirinya . Dari sekian banyak mahasiswa ada yang berhasil menemukan jati dirinya sebelum menyelesaikan studinya di kampus, sebaliknya adapula mahasiswa yang tidak menemukan jati dirinya hingga mendapatkan gelar sarjananya. Sebagian besar mahasiswa yang telah menemukan jati dirinya akhirnya bisa cepat sukses dan tidak menjadi seorang pengangguran. Sebelumnya kita sama-sama telah menulis tentang Cara membuat makalah yang juga menjadi makanan sehari – hari mahasiswa. Nah, bagaimana cara menjadi sukses sejak mahasiswa?

Cara menjadi sukses

1. Hindari ngerumpi

Ngerumpi adalah aktivitas yang asyik tetapi membawa mala petaka. Sangat sulit menghindari aktivitas ngerumpi di kampus, sebab hampir setiap mahasiswa suka melakukannya sambil menunggu dosen masuk ngajar. Saya telah mengamati aktivitas mahasiswa, sebagian besar mahasiswa sangat senang sekali bercerita tentang hal – hal yang tidak penting dengan teman – temannya. Sehingga saat masuk kuliah hanya bengong karena kepala menjadi kosong. Jadi saat dikampus dan kamu memiliki waktu luang  bersama teman  teman kamu, cobalah untuk berdiskusi atau melakukan aktivitas yang berguna bagi otak kamu.

2. Dekati perpustakaan

Perpustakaan adalah gudang ilmu, tetapi faktanya di kampus, perpustakaan adalah tempat yang paling sepi dikunjungi, sebab budaya membaca masih kurang diminati mahasiswa, mungkin karena bukunya tebal – tebal kali ya. Dekati perpustakaan dan ambil semua ilmu di dalamnya, niscaya kamu akan menjadi orang yang berilmu yang dibutuhkan saat ini, bukan menjadi sarjana yang berotak kosong.

3. Aktif berorganisasi

Dengan aktif berorganisasi, maka kamu akan mendapatkan banyak teman sekaligus dapat banyak ilmu. Dari sini kepribadian kamu akan di tempa melalui karakter orang yang berbeda yang kamu temui. Perlu kamu ketahui bahwa ikutilah organisasi yang sesuai dengan bakat dan minat kamu, sehingga kamu bisa berprestasi.

4. Belajar berwirausaha

Belajar berwirausaha sejak mahasiswa itu baik, dan membuka jalan menjadi seorang enterpreneur. Kamu juga bisa mendapatkan tambahan uang saku sendiri. Apalagi jika kamu telah aktif dalam sebuah organisasi, tentunya kamu menjadi dapat banyak jaringan untuk mengembangkan usaha kamu.

Itulah 4 cara sukses menjadi mahasiswa, dengan tekun dan sabar dalam melakukan hal tersebut, anda akan menjadi mahasiswa yang tidak kehilangan arah nantinya.

By Abdurrahman Ar_Rasya

Cara menghilangkan stres dan menambah semangat

Stress

Cara menghilangkan stres – Stres adalah salah satu penyakit yang banyak dialami oleh orang – orang di era modern seperti saat ini, tuntutan hidup yang terlalu tinggi membuat orang menjadi rentan stres. Bila sudah terkena stres , maka mereka akan mudah sakit dan kesehatan menurun, biasanya muncul jerawat di bagian wajah kita.

Saya juga orang yang dulu sering mengalami stres, mulai saat sekolah hingga menjadi seorang mahasiswa, tetapi setelah belajar banyak, akhirnya saya menemukan beberapa cara menghilangkan stres, selain menghilangkan stres, kita juga butuh penambah semangat agar kita menjadi bersemangat lagi dalam menjalani kehidupan yang semakin keras ini. Caranya :

 

Kembali kepada ALLAH SWT

Saya seorang muslim, ketika menghadapi berbagai persoalan, maka sebaiknya kita kembalikan kepada sang Pemilik hidup ini. Jika anda pusing dan mengalami stres, maka segerakanlah untuk mengambil air wudhu dan mendirikan shalat, atau banyak – banyak berdzikir kepada ALLAH SWT, saya jamin hati dan pikiran anda akan menjadi lebih tenang.

Senyum setiap saat

Senyum adalah tanda bahwa anda sedang senang dan tak memiliki masalah apapun, senyum yang ikhlas dapat memperbaiki suasana hati yang tak karuan menjadi lebih baik. Cobalah untuk tersenyum kepada siapa saja yang anda temui sehari – hari walaupun anda sedang stres dan banyak masalah. Anda juga akan dapat menemukan solusi atas masalah anda bila hati dan pikiran anda tenang dan rilex. Jadi mulai saat ini tersenyumlah selalu.

Nikmati perjalanan hidup

Orang – orang sukses mengatakan, nikmati proses bukan hasil. Jadi apapun yang sedang anda jalani sekarang , cobalah anda nikmati, walaupun itu berat tetapi itu adalah pilihan anda. Dengan menikmati hidup anda setiap saat maka anda juga akan merasa selalu tenang dan bersemangat menjalani hari – hari anda.

Kembali pada tujuan dan motivasi awal

Ingatlah kembali tujuan awal anda ketika bekerja atau sedang  menjalankan sesuatu, anda pasti memiliki sebuah motivasi sendiri dalam menentukan tujuan hidup anda. Ketika anda berhasil membangun dan mengingat kembali tujuan hidup anda, maka saat itu juga anda akan terbebas dari rasa stres anda.

Rekreasi bersama keluarga, sahabat atau orang-orang terdekat

Rekreasi adalah upaya untuk menyegarkan kembali seluruh bagian tubuh anda, mulai  dari kepala sampai ujung kali. Usahakan anda pergi rekreasi bersama keluarga anda, sebab rekreasi sendirian juga sama saja tetap membuat anda stres, di tempat rekreasi anda akan kembali mendapatkan senyum anda dan semangat akan tercharger kembali.

By Abdurrahman Ar_Rasya

Cara membuat makalah yang baik dan benar

Saat menjadi siswa di SMA, membuat makalah bukanlah sebuah kegiatan penting, sebab biasanya makalah hanya dibuat 1-2 buah per  semester, itu pun dikerja borongan. Nah setelah masuk kampus dan mengikuti perkuliahan, ternyata dosen kita justru menyerang mahasiswanya dengan memberikan tugas makalah setiap minggunya dari semester awal hingga semester akhir. Untungnya biasanya dibuat per kelompok jadi aman dan bisa kerja bareng-bareng teman. Buat mahasiswa yang baru tahu apa itu makalah jadi kebingungan, bagaimana cara membuatnya? apa yang mesti ditulis? yakin saja pasti sebagian besar pernah mengalami hal tersebut.

Apa itu makalah? makalah adalah tulisan resmi tentang suatu pokok yang dimaksudkan untuk dibacakan di muka umum atau dalam suatu persidangan dan yang sering disusun untuk diterbitkan biasanya yang membuat makalah di sini adalah mahasiswa, namun sekarang anak SMP dan SMA sudah diajarkan tentang hal ini. Sebagai mahasiswa yang sudah berpengalaman di dunia kampus, maka menjadi kewajiban buat saya untuk berbagi tips dan cara membuat makalah yang baik dan benar. Simak tipsnya berikut :

Cara membuat makalah

1. Langkah awal dalam membuat makalah adalah mempelajari topik makalah yang akan anda tulis.
2. Menyusun pola pikir.
3. Mencari sebanyak-banyaknya referensi tentang topik tersebut. Minimal menggunakan 3-5 buah buku. Jangan selalu mengandalkan materi dari internet sebab biasanya hanya 1 materi yang di copas oleh yang lainnya.
3. Dalam membuat makalah yang baik dan benar ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :
– Harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sebab makalah juga termasuk karya ilmiah.
– Menyusun kalimat yang mudah dipahami. Ini penting agar saat anda presentase nanti tidak banyak muncul pertanyaan-pertanyaan karena kesalahan dalam menyusun kalimat.
– Menggunakan ulasan yang singkat, padat dan jelas.

Cara Menyusun Makalah

Menyusun makalah juga tidak boleh asal-asalan, perlu diperhatikan struktur dan susunannya yang benar agar tidak terbolak – balik. Susunan makalah yang benar kurang lebih seperti berikut ini :

  1. Lembar Judul atau Jilid
    – Judul makalah
    – Nama dan Nim
    – Nama dan Tempat Perguruan Tinggi- Tahun
  2. Lembar Pengesahan
  3. Kata Pengantar
  4. Daftar Isi
  5. Daftar Gambar
  6. Daftar Tabel
  7. Tubuh Makalah

a. Pendahuluan : Terbagi menjadi 3 Sub Bab

  1. Latar belakang
  2. Ruang lingkup
  3. Maksud dan tujuan penulisan

b. Pembahasan
c. Penutup
1. Kesimpulan
2. Saran
Setelah makalah jadi kemudian di cetak di atas kertas letter atau A4. Itu adalah format umum dalam membuat sebuah makalah. Perlu juga diperhatikan adalah jarak margin tulisan di dalam kertas . Ada format khususnya yaitu :
– Atas : 4 cm
– Kiri : 4 cm
– Bawah : 3 cm
– Kanan : 3 cm

Itulah cara membuat makalah yang baik dan benar. Semoga bisa membantu dalam membuat makalah sehari-harinya terutama saat menjadi seorang mahasiswa nantinya.

By Abdurrahman Ar_Rasya